|
|
|
| Snorkeling dengan lebih 20 Manta10 Januari 2012 |
| Hari ini kita ketika kembali ke tempat di mana kemarin kita melihat sekitar 30 Manta. Ya mereka masih di sana dan kami menghitung lebih dari 20 manta dan ketika kami para manta berdatangan terus. Para manta datang pada sore hari untuk makan jelly fish dan kami baru melihatnya, jadi saya belum tau untuk berapa lama para manta berkumpul di sekitar tempat itu, tetapi benar-benar keren bahkan kamu tidak harus turun di dalam air untuk melihat manta karena mereka semua berkumpul dan makan di permukaan air. |
|
| Manta di Pulau Wai9 Januari 2012 |
| Tamu kami sangat senang bersnorkel di pulau Wai, dikarenakan disana Manta sedang melakukan banyak gerakan di permukaan air sehingga tidak mungkin bisa dilewatkan. Ketika kami melompat kedalam air untuk mengeceknya alangkah senangnya kami bisa melihat sekitar 30 ekor Manta sedang bermain dan makan di permukaan. Manta hitam, Manta putih, Manta besar, Manta kecil.....banyak sekali Manta!!!!!! 30 ekor Manta WOW!!!!!!!!!!!!!! |
|
| Bogyo reef selalu yang terbaik3 Januari 2012 |
| Agar penyelaman anda menjadi menyenangkan sebaiknya anda harus ke tempat selam yang baik, Bogyo reef merupakan salah satu taman karang yang terindah di Raja Ampat. Raja Ampat memiliki sesuatu yang sedikit lebih spesial dari biasanya untuk ditawarkan saat ini. Di menit kedua penyelaman kami melihat Manta hitam, diikuti oleh 10 ekor spotted Kuhl's ray. Sepuluh menit berselang muncul lagi Manta hitam lainnya yang diikuti oleh 3 ekor mobula devil ray. Di atas buku ini sudah yang teratas menurut saya tetapi ini belum semuanya, dan pada lima menit terakhir dari penyelaman ditutup dengan makhluk yang paling jarang ditemui yaitu hadirnya 2 ekor Dugong besar!!! Yeah ini aturan Raja Ampat bung! |
|
| Makro, lagi, lagi dan lagi20 Desember 2011 |
| Dalam 3 hari terakhir ini kami menemukan 3 jenis Ghost Pipe Fish di 3 lokasi selam yang berbeda. Pertama: Robust Ghost Pipe Fish di Ayof, kedua: Halimeda Gost Pipe Fish di Dragonnet, ketiga: Velvet Gost Pipe Fish di Bogyo Reef. Bagian daripada 3 kali menyelam ini juga termasuk Dragonnet, Mandarin, Pigmy Sea Horse, Harlequin Crab, Porcelain Crab, Bumble Bee Shrimp, Shrimplagi dan Nudies tentunya! |
|
| Manta di pasir13 Desember 2011 |
| Ya sejauh ini setiap hari Manta bisa dilihat dan sekarang sudah ada 8 ekor Manta lagi, hitam 4 ekor dan putih 4 ekor. |
|
| Fish heaven lagi, lagi dan lagi12 Desember 2011 |
| Seekor Manta dapat kami temui di Fish Heaven lagi hari ini, 2 hari berturut-turut dan 2 ekor manta yang berbeda. Musim lalu kami alami hal yang sama..... saya mulai berpikir bahwa pasti ada cleaning station disekitar sini dan akan saya cari!!!! |
|
| Chicken Reef adalah yang terbaik8 Desember 2011 |
| Saya tidak tahu mau bilang apa atau dimana harus memulainya saya sudah melihatnya berulang-ulang kali. 10000 ekor Fusiliers, 5000 ekor Surgeon Fish, 400 ekor Bat Fish, 100 ekor Makerels, 100 ekor Giant Trevalli, 70 ekor Barracuda, 40 ekor Bumphead, 25 ekor Hiu, Penyu, Manta, ikan, ikan dan banyak lagi gerombolan ikan.Saya sangat kesulitan untuk melihat karang dikarenakan terhalang ikan yang banyak. Ini merupakan salah dari 3 tempat yang terbaik yang pernah saya selami!!! oh ya kedalaman saat itu hanya 5 meter :) |
|
| Pari Manta semakin banyak3 Desember 2011 |
| Perlahan-lahan musim manta semakin memuncak dan sudah banyak pari manta yang terlihat di sekitar wilayah Raja Ampat. Hari ini di Manta Sandy kami melihat 8 ekor pari manta selama 2 kali menyelam dalam 75 menit. (2 ekor warna hitam dan 6 ekor warna putih) |
|
| Chicken Reef lama masih bagus30 Nopember 2011 |
| Saya senang tempat ini, selalu ada saja banyak ikan dan selalu berkeliaran. Kami menemukan segerombolan besar ikan Pickhandle Barracuda yang berjumlah 75 ekor yang diikuti oleh sekelompok lain Great Barracuda berjumlah 40 ekor. Di 5 menit terakhir penyelaman kami dihadang oleh 6 ekor hiu datang untuk mengucapkan selamat tinggal. |
|
| Hiu dan Sardine Reef30 Nopember 2011 |
| Sardine Reef merupakan tempat bagi segala-galanya, banyaknya keaneka ragaman spesies dan gerombolan ikan bisa ditemukan disini. Biasanya kalo menyelam lagi bagus anda bisa melihat paling banyak 10 ekor hiu ketika menyelam. Hari ini grey reef shark yang dilihat adalah sebanyak 10 ekor ditambah beberapa ekor jenis black tip dan white tip, lumayan, lumayan! |
|
| Manta Point, Raja Ampat20 Nopember 2011 |
| Manta semakin hari semakin banyak disekitar Raja Ampat. Di Limit ada sekitar 10 ekor Manta dan di lokasi Manta point ada 6 ekor saat ini. Ayo menyelam bersama Manta! |
|
| Limit14 Nopember 2011 |
| Hari ini merupakan hari yang indah ketika kami pergi menyelam di Limit satu ekor Manta hitam berenang berukuran 4 meter yang di ikuti yang lainya, semua berjumlah 4 ekor di tambah lagi dengan adanya 1 ekor pari burung yang berenang membuat indah hari ini. |
|
| Selalu saja ikan dan banyak lagi13 Nopember 2011 |
| Penyelaman yang luar biasa di Fish Heaven, selain semua Fusillier, Surgeon fish, Bat fish, Sweet lips dan Napoleon ditemukan disini penyelaman kali ini memiliki keunggulan tersendiri....4 ekor Pari burung, 5ekor hiu white tip, 1 ekor Wobbegong and 1 ekor epaulette Shark. Lumayan Fish heaven memang lumayan! |
|
| Air terjun12 Nopember 2011 |
| Petualangan berjalan di hutan menuju air terjun sangat menantang tapi menyenangkan. Suara air terjun bisa terdengar dari kejauhan. Dalam perjalanan ke air terjun banyak terlihat kupu kupu yang berwarna warni serta terdengar kicauan burung di hutan sangat menggembirakan hati. |
|
| Yang terbaik dari yang terbaik7 Nopember 2011 |
| "Fotografer alam ternama dunia berasal dari Hungaria. Cukup saja jika kita berpikir tentang Bence Mate ( dia memperoleh ""Oscar"" sebagai seorang fotografer alam di London pada tahun 2010, BBC Wildlife Photographer of the year) atau Tibor Dombovari (dia memenangkan penghargaan sebagai seorang diver photographer terbaik dunia di Antibes pada tahun 2003). Itulah sebabnya sehingga PapuaParadise EcoResort menawarkan penghargaan khusus untuk koleksi foto bawah laut terbaik dalam kompetisi Fotografer Alam Tahun 2011. Di tahun 2011 Daniel Selmeczi memenangkan Penghargaan Khusus kami." |
|
| Passage7 Nopember 2011 |
| Kita pergi menyelam di Passage menikmati keindahan goa bawah air dan ketika keluar goa kita di sambut segerombolan ikan barakuda ekor kuning. Lemudian kita menikmati penyelaman di arus tanpa harus kiking .sungguh penyelaman yang indah. |
|
| Lagi Manta di the Limit3 Nopember 2011 |
| 2 ekor Manta hitam dan 4 ekor Manta putih akhir-akhir ini sedang bermain-main di the Limit, sudah 2 kali trip kami kesana dalam 3 hari belakangan dan di setiap kali menyelam tamu kami selalu melihat manta. Ya mereka kembali lagi! |
|
| Besar, besar, besar!!!30 Oktober 2011 |
| Sekembali dari trip ke fishy line, kami berkesempatan untuk mengagumi seekor sperm whale panjang 20 m sedang tertidur di permukaan. Pemandangan yang bagus, coba bayangkan :) |
|
| Manta kembali lagi29 Oktober 2011 |
| Dalam beberapa minggu lalu, kami telah melihat banyak manta. Sudah 3 hari belakangan kami melihat 4 ekor manta di manta point, jadi bisa dikatakan bahwa mereka telah kembali. |
|
| Giant Trevalli Besar23 Oktober 2011 |
| Chicken reef adalah bagian lokasi selam terbaik di Raja Ampat dan ada alasannya, beruntung bagi kami bahwa banyak orang lebih suka menyelam di Sardines ketimbang yang ada di lokasi sekitar. Sering kali Chicken Reef lokasinya lebih baik dari Sardine hari ini salah satu dari hari-hari tersebut, disana ada banyak ikan dibandingkan Sardine, disana yang banyak adalah Hiu, Barracuda, Napoleon, Bumphead, dan lain-lain. Tetapi yang terpenting dari penyelaman ini adalah giant trevalli yang membuat ikan-ikan lain terlihat sangat kecil. Saya sendiri belum pernah melihat sesuatu yang sama seperti ini sebelumnya, monster sesungguhnya yang panjang minimumnya 1,5 M, bumphead kelihatan kecil disampingnya sama halnya juga dengan hiu. Saya tidak main-main ikan ini benar-benar besar!!! |
|
| Fish Heaven, Raja Ampat22 Oktober 2011 |
| Bila anda menyelam di lokasi fish heaven bahkan dihari jelek sekalipun tetap saja akan menyenangkan, yang jeleknya untuk hari ini adalah jarak pandangnya...hanya 15M, tetapi selebihnya sempurna... 3 ekor hiu wobbegong, 5 ekor napoleon, 10 ekor bumphead, 50 ekor circular bat fish, 50 ekor sweet lips and gerombolan besar ikan long bat fish berjumlah 150 ekor dan lain-lain tentunya. |
|
| Cape Kri, Raja Ampat22 Oktober 2011 |
| Tanjung selalu yang terbaik untuk menyelam, dimana anda akan selalu menemukan sesuatu yang menarik saat menyelam, hari ini ada 2 ekor penyu yang sedang kawin. Benar-benar luar biasa bisa melihatnya! |
|
| Manta telah kembali21 Oktober 2011 |
| Perlahan-lahan manta mulai kembali ke Raja Ampat di manta point. Saat ini sudah hadir seekor manta di cleaning station dan tamu kami dapat menikmati 90 menit menyelam bersama manta. Memang hanya satu ekor saja tetapi baru permulaan and satu ekor lebih baik daripada tidak sama sekali. |
|
| Taman Bunga21 Oktober 2011 |
| Sejak kami begitu aktif dalam menanam bunga dan kami sendiri belum memiliki tukang kebun jalan-jalan yang menuju rumah kami semakin indah. Sekarang ini semua anggek liar telah berbunga dan kelihatan sangat indah. Apa yang tidak kami perlukan untuk ditanam tumbuh dimana-mana di pohon dan kalau di luar negeri ini memerlukan banyak biaya. Raja Ampat memiliki banyak kekayaan bukan saja bawah lautnya dan terkadang hal-hal kecil lainnya turut memberikan pengaruh. |
|
| 2 ekor monster Cobia tapi bukan raksasa20 Oktober 2011 |
| Ketika kami mulai menyelam di Fish Heaven kami menemukan 2 ekor ikan Cobia besar ukuran 1 meter ditambah reaksi pertama saya ya sesuatu yang besar ada disekitar, tetapi karena ini hanya drift dive dan jarak pandangnya tidak lebih dari 15 meter kami tidak menemukan teman-teman Cobia lainnya... 2 ekor Cobia masih enak dilihat. |
|
| Kapal baru memulai perjalanan perdana15 Oktober 2011 |
| Sejak diperluasnya resort dengan menambah 6 unit bungalo baru adanya penambahan armada baru juga sangat beralasan. Keadaan inilah yang menyebabkan pembangunan kapal hanya memakan kurang lebih 4 bulan dan baru saja meninggalkan Bali selama seminggu dan menempuh perjalanan 2000 km ke resort di pulau Birie. Inilah rute yang akang dilalui oleh kapal kami: Bali - Selayar - Buru - Batanta - Birie. Kapal yang panjangnya 13,5 M ini berkekuatan mesin Yamaha 3 x 200 Hp, dilengkapi dengan GPS, sonar, toilet untuk perjalanan panjang dan juga sebuah dek santai untuk berjemur. |
|
| Air pasang yang salah bagi ikan tidak masalah11 Oktober 2011 |
| Setelah kembali dari perjalanan ke passage kami melakukan satu kali menyelam lagi, awalnya kami seharusnya menyelam di pulau Mioskon tetapi ketika saya melompat ke dalam air untuk mengecek namun saya tidak memiliki perasaan baik terhadap ini, sehingga saya katakan buat tamu dan kapten saya untuk menuju ke Sardine reef. Namun ini merupakan ide bagus karena disana ada banyak ikan, Hiu, Trevalli, Snapper, Bumphead dan ikan Sardine yang banyak masih ada disana dan semua penyelaman dilakukan tanpa adanya arus. Sepertinya ikan sudah lelah dengan arus keluar sehingga memutuskan untuk tidak bergerak dan tetap diam hingga arus masuk...keuntungan bagi kami semua. |
|
| Dunia Cacing Pipih11 Oktober 2011 |
| Passage dikenal sebagai salah satu lokasi yang harus dikunjungi di Raja Ampat dikarenakan keunikan kehidupan makro dan juga karang lunaknya yang luar biasa. Terakhir kali saya menyelam disana saya menghitung lebih dari 30 berbagai macam spesies cacing pipih ditambah 10 macam nudies, ketika kami sedang mengapung dari goa ke arah teluk kami menemukan 8 ekor Pickhandle Barracuda raksasa...maksudku benar-benar raksasa. |
|
| Manta melompat3 Oktober 2011 |
| Di saat kami sedang asyik menikmati matahari terbenam seekor Manta besar tiba-tiba melompat di perairan di depan matahari, melakukan sedikit apa yang dilakukan batman dengan bulan, tapi saya rasa Manta jauh lebih baik! |
|
| Penelitian dan Konservasi Alam15 September 2011 |
| Beberapa tahun lalu kami lebih fokus pada bawah laut, dan pada tahun 2010 kami menemukan - lewat bantuan nudibranch.com.au - 3 siput laut yang belum teridentifikasi (Phyllodesmium kerasubi, Thorunna papuaparadisei, Tambja papuaparadisei) dan seekor cacing laut berwarna kuning (Phyllodoce millii). Tahun ini kami memulai pekerjaan penelitian pada permukaan laut. Pertama-tama kami menguji susunan caddisfly (Trichoptera). Prof. Janos Olah adalah seorang pakar yang berkaitan dengan spesies Caddisflies yang terdiri dari 44 spesies baru. Kami memiliki pemikiran bahwa seseorang dapat menamai spesies baru ini lewat sebuah acara pelelangan atau sebaliknya seseorang dapat membeli namanya. Lewat dana yang diperoleh dalam pelelangan tersebut akan digunakan untuk mendukung yayasan pada desa terdekat, serta kelanjutan akan penelitian. |
|
| Daftar Harga tahun 201210 September 2011 |
| Daftar harga kami yang terbaru untuk tahun 2012 telah dimuat dalam website kami. Banyak orang bertanya-tanya kepada kami apa saja perubahan yang terjadi sejak kami buka pertama kali. Pertama-tama, kami telah merenovasi semua kamar mandi. Perabot baru telah ditambahkan, dan semua kamar mandi sekarang memiliki akses air panas selama 24 jam. Kami telah menambahkan kelambu besar agar lebih nyaman disekitar tempat tidur. Dimana anda dapat menaruh sebuah kipas angin di pinggir tempat tidur di bawah kelambu yang baru. Kapal safari kami yang baru akan tiba dalam bulan Oktober. Kapal ini akan lebih besar (panjang 13,5 m), dilengkapi dengan mesin tempel yang lebih besar lagi (3 kali 200 mesin tenaga kuda), dan lebih nyaman (terdapat toilet di dalamnya dan juga dek berjemur) daripada kapal kami yang lama. Sayang sekali ada aturan baru yang resmi bahwa harga minyak akan naik 50%, sehingga kami harus mematuhinya. |
|
| Cenderawasih Merah (The Red Bird of Paradise)9 September 2011 |
| Kami telah membersihkan jalan menuju tempat cenderawasih merah (The Red Bird of Paradise), sehingga setiap tamu yang hendak pergi dapat melihat mereka. Sekarang kami sedang mempersiapkan tempat persembunyian yang nyaman, agar dapat melihat burung Cenderawasih Merah jantan menari di atas pohon setiap pagi dan sore. |
|
| Binatang kecil8 September 2011 |
| Tamu kami berkebangsaan Jerman dan Perancis hari menyelam di Bogyo dan Iguani reef, dan sorenya di daerah perlindungan Ayof. Mereka berhasil melihat 5 ekor wobbegong di Bogyo reef, seekor kuda laut hitam Hippocampus severnsi (nama lamanya adalah pontosi) di Iguani reef, dan seekor ghost pipe fish seperti daun (Solenostromus cyanopterus) di Ayof. |
|
| "Manta di ""the Limit"""4 September 2011 |
| "Pertama harus saya katakan bahwa sekarang ini manta sangat jarang ada di tempat Manta yang dulu. Tetapi di ""The Limit"" ada banyak setiap hari, kali ini kami hanya melakukan penyelam-an singkat disana tapi kami dapat menghitung 6 jenis baru yang lalu-lalang sepanjang waktu menyelam. Ingat bahwa tempat ini merupakan tempat main, tempat makan dan pencucian dalam waktu bersamaan. Sempurna bagi Manta, tapi ingat disana arusnya kencang." |
|
| Dugong belum menghilang2 September 2011 |
| "Dugong masih disini, sudah 3 minggu tapi setiap hari masih bisa dilihat. Secara pribadi saya rasa bahwa dia cuma ingin pamer diri, tapi ternyata apa mau dikata |
|
| Hiu, Hiu, Hiu1 September 2011 |
| Benar-benar cara terbaik mengawali bulan ini dengan cara menyelam bersama sekelompok hiu. 3 grey reef shark, 2 white tip, banyak black tip dan 1 wobbegong, bagus sekali. Tetapi ini merupakan bagian terbaik dari kehidupan laut yang luar biasa yang ditemukan di Sardine Reef. |
|
| Penemuan Erwin Reef, Raja Ampat24 Agustus 2011 |
| "Disaat kami sedang menyelam di the limit kapten kapal kami bernama Erwin terus menyinggung tentang sebuah tempat terdekat yang katanya ""ada banyak ikan"" sebenarnya suatu hal yang saya ketahui tentang selam bahwa selalu mendengarkan omongan kapten kapal dan pacarmu sekalipun adalah ide yang sangat baik. Berton-ton ikan dapat ditemukan di tempat ini, Barracuda, Trevally, Bat fish, Surgeon fish, Unicorn fish, Banner fish, Fusilliers dan masih banyak lagi! Goa kecil, taman laut yang indah, banyak makro dan banyak ikan membuat daerah ini tempat yang luar biasa apa yang anda cari semua ada disini." |
|
| Penemuan The Limit, Raja Ampat24 Agustus 2011 |
| Setelah menyelam selama 2 hari terakhir saya dapat memastikan tempat baru untuk Manta, kami putuskan menamai tempat ini The Limit. The Limit adalah taman bermain, tempat makan dan pusat makanan bagi lebih dari 20 ekor Manta. Tofografi lokasi selam ini sangat unik dan saya belum pernah melihat sesuatu seperti ini sebelumnya, cavern, swim through, pool, over hang, wall dan passage semuanya bercampur dalam satu lokasi selam. Dikarenakan kerumitannya jadi penting untuk berhati-hati dikarenakan arus dapat memutar anda dengan cara yang tidak anda bayangkan. Arus ini merupakan kekuatan penyebab adanya kehidupan di tempat ini. Di tempat ini ada banyak tamu seperti, Mobula Devil Ray, Giant Marble Sting Ray, Eagle ray, Bump Head, Shark (terkadang termasuk Hammer Head) dan masih banyak kawanan ikan lainnya! Oh apakah saya lupa menyebutkan lumba-lumba juga! |
|
| Bulan terang - Duyung21 Agustus 2011 |
| Ya bulan terang lagi dan ya duyung ada disini! Selama 4 hari belakangan ini tamu kami dapat mengamati duyung tepat disamping restoran setiap malamnya antara pukul 18:00 dan 21:00. Melihat duyung sepertinya sudah menjadi sesuatu yang spesial, sekarang ini melihatnya setiap hari bagaikan memenangkan lotrei! Tidak usah repot-repot membeli tiket lotrei, cukup datang ke Papua Paradise. |
|
| Penemuan Burung di Raja Ampat 18 Agustus 2011 |
| Kemarin kami bepergian untuk melihat pemandangan bersama dengan beberapa orang yang memberitahu kami bahwa mereka pernah melihat burung yang berbulu indah sejak lama dan ingin memperlihatkan kepada kami. Sehingga hari ini kami pergi untuk melihat si cantik Red Bird of Paradise (salah satu dari 3 burung endemis di Raja Ampat). Setelah melakukan perjalanan selama 25 menit dalam hutan ditambah 10 menit pendakian kamipun sampai pada sebuah pohon setinggi 60 meter dimana tamu kami dapat menyaksikan serta mendengar selama 1 jam 10 ekor Red Bird of Paradise yang jantan dan betina sedang bermain dan bernyanyi bersahut-sahutan. Bisa saya katakan bahwa ini sangat mengasyikan! |
|
| Lokasi selam baru ditemukan di Raja Ampat20 Juli 2011 |
| Seusai melakukan penyelaman yang mengasyikan di Fish Heaven kami semua melakukan safety stop biasa ketika kami sadar bahwa kami telah mengapung di atas sebuah reef baru. Tanpa bicara kami semuapun sangat senang, reefnya kelihatan sangat menjanjikan dikarenakan banyaknya yang kami amati dari kejauhan. Nantikan kabar terbaru tentang lokasi selam yang baru dikarenakan kami belum sempat menyelam disana. |
|
| Manta masih tetap ada disana9 Juli 2011 |
| Kami melakukan trip ke passage yang merupakan salah satu tempat andalan di Raja Ampat, dalam perjalanan kesana kami memutuskan untuk mengecek bila Manta masih bisa ditemukan di Manta Point. Merupakan suatu ide yang bagus untuk sekedar melihat-lihat yang pada akhirnya kami menikmati penyelaman kami di Manta. Mes-kipun saat ini bukan musimnya lagi, namun buktinya bahwa Manta dapat dilihat sepan-jang tahun di Raja Ampat. |
|
| Berton-ton Ikan Hiu di Sardine Reef8 Juli 2011 |
| Tak seperti namanya bahwa anda bisa menemukan ikan sardine disini, tapi untuk hal-hal lain semuanya bisa ditemukan disini. Nama ini dipakain karena kenyataannya bahwa kepadatan jumlah ikan yang ditemukan disini bagaikan sekaleng ikan Sardine. Sejak banyaknya ikan yang dapat ditemukan disini Sardine Reef sangat sempurna se-bagai tempat makan bagi ikan hiu. Dalam penyelaman ini kami menghitung sedikitnya 2 ekor Grey Reef Shark, 3 ekor White Tip Reef Shark, 7 ekor Black Tip Reef Shark dan 1 ekor Wobbegong Shark. Saya katakan sedikitnya dikarenakan beberapa diantara mereka berada begitu jauh sehingga kami tidak dapat mengenal apakah itu merupakan hiu yang sama lagi. Yang terpenting adalah kami dikelilingi oleh hiu selama penyelaman. |
|
| Lokasi Selam Baru - Bibbi s Reef30 Juni 2011 |
| Dalam perjalanan ke salah satu lokasi selam kami memutuskan untuk berhenti sejenak dan melihat tempat yang mana belum pernah kami selami sebelumnya, setibanya disana diatas permukaan kami melihat banyak sekali ikan di bawahnya. Setelah mengeceknya kemudian kami memutuskan untuk menyelam di lokasi ini. Indah sekali! Black tip, White tip, Wobbegong, Barracuda, Bat fish, beberapa makhluk kecil lainnya. . .penyelaman yang luar biasa! Lain waktu kami akan mengecek lebih mendalam lagi dan akan kami ceritakan secara detil seluruh lokasi tetapi tentu saja kami akan menyelam segera disana lagi. Reef tersebut akan dinamai Bibbi s Reef mengikuti salah satu nama tamu kami. Selamat datang di Raja Ampat. |
|
| Fish Heaven Raja Ampat29 Juni 2011 |
| Fish Heaven bukanlah sebuah nama yang tidak memiliki arti, tempat ini adalah gudangnya ikan. Dia merupakan lokasi selam yang kami ketemukan beberapa bulan lalu dan memiliki arti yaitu Surga untuk ikan. Dibutuhkan 10 menit dengan kapal untuk dapat melihat Napoleon, Bumphead, White tip, Wobbegong, Rays, Puffer, Eels dan masih banyak lagi. Kawanan Barracuda, Bat Fish, Sweet Lips, Surgeon Fish dan Fusiller adalah beberapa dari sekian banyak yang dapat anda lihat disana. . . sangat panjang daftarnya. Taman karangnya sangat memukau, bommie's yang sungguh indah yang penuh dengan damsel fish membuat taman ini sungguh hidup, banyak giant clam, ikan, ikan dan banyak ikan. Hanya 2 kata: Fish Heaven! |
|
| Menyelam Malam di Dokri23 Juni 2011 |
| Di Dokri khususnya di malam hari sangat menyenangkan, dalam penyelaman ini kami menemukan 3 hiu wobbegong, salah satu yang lagi berenang, sudah tentu hiu merayap yang endemis, penyu hijau raksasa, Giant Moray, beberapa ekor Spiny Lobster, Decorator Crab, Boxer Crab, Shrimp serta masih banyak lagi makhluk malam yang panjang daftarnya. |
|
| Hiasan Bunga-Bungaan Baru Di Resort5 Juni 2011 |
| Pulau kami sejauh ini memang sudah sangat indah tetapi sejak masuknya menejemen baru mereka benar-benar telah membawa beberapa ide baru yang bagus yang akan membawa perubahan serta membuat mata anda akan menjadi lebih sejuk. Tim kami sangatlah bersemangat dalam membantu serta menyukai untuk bekerja dengan hiasan-hiasan baru, jadfi bisa kami katakan bahwa dalam beberapa minggu kedepan resort kami akan segera mengalami sentuhan baru. Datanglah, lihatlah, dan nikmatilah tempat kami. |
|
| 3 Jenis spesies ikan baru ditemukan di Raja Ampat27 Mei 2011 |
| Dr Mark Erdmann telah menemukan 3 spesies ikan jenis baru sehingga melengkapi keseluruhan jumlah spesies yang sudah teridentifikasikan di Raja Ampat hingga mencapai jumlah 1414! Dia juga menemukan dua ekor ikan Cardinal fish dari jenis yang berbeda, Siphamia and Apogonichthyoides. Yang ketiga adalah ikan jenis dartfish, Ptereleotris. |
|
| Pengambilan sirip ikan Hiu26 Mei 2011 |
| Setiap tahun sepuluh juta hiu mati secara perlahan diakibatkan oleh pengambilan sirip ikan hiu. Pengambilan sirip ikan hiu adalah merupakan praktek pencincangan sirip ikan hiu dan kemudian tubuhnya yang masih hiudup dibuang kembali ke laut. Hiu tersebut menjadi kelaparan hingga mati, dimangsa hidup-hidup oleh ikan lain, atau tenggelam (jika mereka tidak bergerak secara konstan kemudian insang mereka tidak dapat menyerap oksigen dari dalam air). Sirip ikan hiu dipanen dalam jumlah besar untuk memenuhi permintaan akan sirip ikan hiu, yang merupakan makan kesukaan orang Asia. Tindakan pengambilan sirip ikan hiu bukan hanya tindakan yang biadab, akan tetapi pembantaian yang tidak tebang pilih pada tingkat yang terus-menerus membuat banyak spesies berada di ambang kepunahan. Sejak tahun 1970an populasi dari beberapa spesies telah menjadi berkurang melebihi 95%. Dikarenakan sifat pengam- bilan sirip ikan hiu secara diam-diam, menyebabkan jumlah spesies hiu yang ditangkap sangat jarang dicatat. Perkiraan hanya didasarkan pada pernyataan pasar impor ikan hiu seperti Hong Kong dan Cina. |
|
| Ikan Paus dan Manta 14 Mei 2011 |
| Kami melakukan penyelaman di daerah Mansuar bersama dengan tamu kami.Ketika kami melewati daerah antara pulau Mansuar dan Wai kalimat ajaib pun terucapkan:Berhembuslah! kami melihat paus jenis sperm whale dari kejauhan kira-kira 2 km. Disaat kami kian mendekat kami melihat empat ekor dari mereka sedang meluncur di permukaan laut. Kami mencoba untuk menjauh sekitar 50 m agar tidak sampai mengganggu mereka. Senang sekali bisa melihat mereka. Ketika kami tiba di manta point cuaca menjadi terganggu tapi kami beruntung bahwa 7 ekor manta masih dapat menghibur tamu kami. |
|
| Wilson s Bird of Paradise12 Mei 2011 |
| Di waktu subuh kami berangkat untuk melihat Wilson s Bird of Paradise. Setelah menempuh perjalanan yang mudah selama 20 menit ke tempat rahasia kami, bersyukur bagi alam yang telah menyediakan cuaca yang baik selama seminggu lamanya, sangat cocok untuk melihat burung.Dari sini kami bisa melihat pertunjukan makhluk yang eksotis yang tidak bisa ditemukan di tempat lain di muka bumi ini. |
|
| Bayi hiu semakin banyak9 Mei 2011 |
| Merupakan sesuatu hal yang biasa pemandangan akan beberapa ekor black tip reef shark bisa dilihat dari depan atau di bawah bungalo tamu, akan tetapi ada begitu banyak yang terkadang sulit menghitung berapa jumlah mereka, beberapa gerombolan yang terdiri dari 15 hingga 20 ekor black tip berpatroli dari atas house reef setiap harinya. Mereka sepertinya ada dimana-mana. |
|
| Hiu di pulau Kri 5 Mei 2011 |
| Tamu-tamu kami melakukan penyelaman di cape Kri ketika itu 5 ekor Gray Reef Shark memutuskan untuk datang dan melakukan parade selama 30 menit. Tak lama kemudian White Tip Reef Shark dengan panjang 2 meter datang bergabung dalam pertunjukan. Selamat datang di Selat Dampier! |
|
| Asian Oriental Roller kembali2 Mei 2011 |
| Selama beberapa bulan Asian Roller (Euystomus orientalis) menghilang dari daftar burung-burung yang dapat dilihat di pulau kami. Jenis pertama tiba di akhir bulan April, sementara saat ini jenis tersebut bisa dilihat hampir di semua tempat di pulau. Jenis ini sudah menjadi burung yang awam di pulau Birie. |
|
| Lumba-Lumba di Bogyo-Reef26 April 2011 |
| Speed boat selam kami bertemu dengan sekelompok Bottlenose Dolphin yang berjumlah 30 ekor di Bogyo Reef. Sang lumba-lumba berusaha untuk berlomba dengan dengan kapal kami, dan kamipun ikut berlomba dengan lumba-lumba, sampai sekarang belum ada yang tau siapa yang jadi pemenang lomba. |
|
| Manta Point26 April 2011 |
| Di Manta Point Arborek sudah semakin sulit untuk menghitung ada berapa banyak manta yang sudah kami lihat, menurut perhitungan pemandu kami paling tidak ada 15 ekor yang berbeda dalam sekali menyelam. Separuhnya adalah Manta hitam. |
|
| Baru koki22 April 2011 |
| Sejak kami buka di tahun 2008 kami selalu mendapatkan masukan positif berkenaan dengan makanan kami, kami ingin lebih memperbaiki serta meningkatkan kualitas makanan yang kami berikan dengan cara mencoba beberapa koki yang ada di daerah ini, dan pada akhir tahun 2010 kami akhirnya menemukan seseorang! Joe seorang koki baru kami berasal dari daerah Maluku dan memiliki banyak pengalaman di dalam pengelolaan dapur pada resort serta hotel terbaik yang ada di wilayah ini. Dia merupakan koki yang sangat lengkap yang ingin bereksperimen akan gaya dan perpaduan yang baru. Rekannya yang bernama Ari yang direkomendasikan oleh Joe juga merupakan seorang koki handal, walau datang dari latar belakang kerja yang berbeda pada hotel-hotel besar di kota, dia membawa pengaruh masakan Cina yang terbaik perpaduan antara masakan pedas dan berbumbu sehingga menambah akan cita rasa setiap saat. Untuk menjamin kepuasan kami menggunakan produk-produk lokal yang berasal dari desa setempat serta pasar setempat untuk memastikan kesegaran bagi semua masakan kami selain demi untuk menunjang ekonomi masyarakat. Dengan membawa sedikit pengaruh masakan Eropa kedalam masakan Asia dan Papua, penggabungan bumbu lokal dan sentuhan Eropa, kami dapat menciptakan perpaduan masakan Internasional yang unik. |
|
| Bayi hiu di Restoran5 April 2011 |
| Dengan teratur, hiu black tip dengan panjang setengah meter dapat dilihat dari teras bungalo. Teluk daripada resort berperan sebagai tempat bagi hiu. Hari ini 15 ekor black tip muda sedang mengejar-ngejar ikan lain di depan teras restoran untuk menghibur para tamu. Hiu dalam jumlah besar seperti ini belum pernah terlihat disini sebelumnya. |
|
| Pari Manta lagi3 April 2011 |
| Angin kencang akibat badai semalam telah membersihkan perairan sekitar. Oleh karenanya jarak pandang untuk hari ini antara 25 hingga 30 meter. Sehingga grup kami tidak hanya telah melihat ikan besar akan tetapi mereka berhasil memfilmkan sebuah pertemuan dengan 2 ekor pari Manta di Millie Reef. |
|
| Selat Dampier27 Maret 2011 |
| Kami pergi ke selat Dampier untuk melakukan 3 kali perjalanan penyelaman (Mioskon, Mike's Pointdan Cape Kri) dan benar-benar perjalanan yang menyenangkan! Terlepas dari semua karang dan ikan pelagis reguler yang ditemukan dalam jumlah besar di sana. Pada setiap kali menyelam, kami memiliki banyak Wobbegong dan Black Tip Reef Shark. Kami juga menemukan 6 ekor Eagle Ray dan dalam perjalan pulang kami menjadi terhenti dikarenakan kami lagi menikmati pertunjukan khusus yang dilakukan oleh sekitar 30 ekor pilot whale. Makro atau sudut lebar, sulit untuk mengatakan hanya membawa 2 kamera! |
|
| Burung Manucode di pulau kami25 Maret 2011 |
| Di pulau Birie seringkali muncul burung Manucode, salah satu spesies burung surga yang lazim di daerah ini. Namun, kami belum pernah melihat seperti apa yang telah dialami oleh tamu kami yang berkebangsaan Jerman. Beate dan Martin melihat, bahwa pada salah satu pohon yang lagi berbuah terkadang terlihat 4-5 ekor bahkan lebih burung Glossy Mantled Manucode (Manucodia ater) sedang makan setiap harinya. |
|
| Menyelam malam di Dokri21 Maret 2011 |
| Impian dari pada tamu Jerman kami akhirnya menjadi kenyataan setelah melakukan penyelaman di malam hari ketika itu dia bertemu dengan 2 ekor hiu karpet. Mereka sangat beruntung karna bisa mengambil gambar seekor Batfish berwarna hitam kekuningan yang menakjubkan. |
|
| Duyung di Bagian Pelayanan Resort20 Maret 2011 |
| Kami menjadi tuan rumah untuk sineas Swiss wildlife Otto C. Honegger dan Edi Frommenwiller yang juga merupakan salah satu orangdari penemu Raja Ampat (Pemilik Liveaboard Pindito) kami mendengar kabar tentang dugong yang kebetulan lagi berenang di dekat jembatan bagian pelayanan. Untungnya mereka berhasil memfilmkannya. |
|
| Pari Manta di Arborek19 Maret 2011 |
| Kami mengunjungi manta bersama dengan Tamu kami berkebangsaan Jerman. Terdapat pusaran air besar di lokasi pembersihan. Biasanya 6-7 ekor manta mengapung di depan penyelam. Dikarenakan sukses besar, tamu kami pun menyelam sebanyak tiga kali disana. Tentu saja, disamping pari manta muncul juga makhluk-makhluk kecil. Seperti ngengat laut, sedikitnya 6 jenis Nudi, pipe fish, kepiting dan udang pembersih. |
|
| Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir meledak di Jepang17 Maret 2011 |
| Kami sedih mendengar berita dari Jepang bahwa PLTN di Fukushima meledak. Dikarenakan jarak antara Fukushima dan Resort kami lebih dari 4300 km, sehingga keselamatan daripada resort maupun tamu terjamin. |
|
| Gempa Bumi di Jepang11 Maret 2011 |
| Gempa bumi di jepang merupakan yang terkuat yang pernah tercatat. Gempa dengan kekuatan 8,8 pada skala richter telah menyebabkan terjadinya tsunami tetapi sebelum mencapai wilayah Papua Barat, kekuatannya sudah melemah. Di Resort kami sama sekali tidak merasakan apapun. |
|
| Kolega baru telah tiba9 Maret 2011 |
| Mel (Melanie) asal Jerman dan Dex (Dieter) asal Kanada setelah kunjungan mereka di bulan Februari, telah kembali untuk bekerja dengan kami. Dulunya mereka pernah bekerja selama bertahun-tahun di Malaysia dan Thailand sebagai Menejer Resort dan Instruktur. Mereka berdua sama-sama Instruktur selam dan kini mereka memulai karir mereka di Paradise dengan harapan besar. |
|
| Millie-reef, lokasi selam baru 7 Maret 2011 |
| Kami menemukan sebuah lokasi selam baru untuk ikan besar sekitar seperempat jam lalu. Puncak karang bawah laut berukuran kecil berkedalaman 5 m dan dikarenakan kuatnya arus membuat kawanan Spanish Makrella, batfish, bumphead parrot fish, 3 jenis barakuda kira-kira 200 ekor hampir selalu bisa dilihat dan tak terelakan lagi bumphead parrot fish dan grouper yag panjangnya hampir 1,5 meter. |
|
| Manta berhadapan dengan Resort4 Maret 2011 |
| Seusai makan siang yang adalah waktu istirahat kami melanjutkan perjalanan ke Manta point bersama dengan tamu. Dimana lebih dari 40 ekor Manta yang sedang menanti grup untuk diajak bersnorkel. |
|
| Pari, pari, pari2 Maret 2011 |
| Tamu kami semuanya menyelam di Bogyo-Reef pada suhu air 29 derajat. 4 ekor ikan Eagle Rays sedan menantikan mereka selama beberapa menit dan menemani penyelam. Selesai menyelam dalam perjalanan pulang kami mengunjungi lokasi Manta Point dimana 4 ekor Manta Rays yang besar sedang menghabiskan waktu di cleaning station. |
|
| Duyung di House Reef1 Maret 2011 |
| Istri dari Menejer Resort setiap hari berenang di depan bungalo rumah tamu. Pagi ini dia bertemu dengan seekor duyung yang diikuti oleh bat fish. Mereka saling berpandangan dan mengecek satu sama lain dengan seksama, kemudian keduanya berenang berpencar. |
|
| Mobula di house-reef1 Maret 2011 |
| Tamu kami berkebangsaan Hungaria dihibur oleh 7 ekor Mobula sewaktu check dive di House-Reef. Mereka berenang menjauh hanya setelah 3 kali bolak- balik mempresentasikan renang mereka. |
|
| Cenderawasih Belah Rotan27 Februari 2011 |
| Di pagi buta tamu kami berkebangsaan Swiss berangkat untuk melihat Cenderawasih Belah Rotan. Setelah menunggu selama 2 jam mereka bermain-main. Burung jantan sedang membersihkan tempat bermain dan kemudian dengan suara serta bulu-bulu mereka yang indah menarik burung betina. Akhirnya merekapun berhasil melihat sekaligus mengambil gambar kelima burung tersebut. |
|
| Pembuatan film walking shark26 Februari 2011 |
| Grup Oceanfootage asal Jerman di hari-hari terakhir sedang memfilmkan walking shark (Bamboo Shark) dan carpet shark (Wobegong) di lokasi selam di Resort. Keduanya merupakan spesies endemik untuk spesies hiu wilayah, penyelam hanya bisa bertemu mereka disini. 6 ekor hiu berhasil difilmkan dan diamati di House-reef pada bagian pelayanan resort. |
|
| Manta di depan Resort2 Februari 2011 |
| Ketika tamu-tamu kami yang berkebangsaan Amerika sedang menyantap makan siang di Restoran tiba-tiba muncul manta di depan rumah tamu. Mereka melompat-lompat dari dalam air lebih dari satu jam, terkadang mereka melompat dengan seluruh tubuh mereka keluar dari dalam air. Kira-kira ada sekitar 5 ekor manta dan semua orang berkesempatan untuk melihatnya. Mudah-mudahan, di hari-hari berikutnya kami bisa bertemu mereka di bawah laut juga. |
|
| Sahabat kami Marbled Ray28 Januari 2011 |
| Di hari pertama kami mengalami banyak kejutan. Yang menjadi sorotan dalam penyelaman ini tentu saja seekor Marbled Ray betina yang berukuran 1,50m lebarnya, selain itu juga ada Tasseled Wobbegong Shark, Blacktip reef shark besar, sekelompok Bumphead Parrot fish dan masih banyak lagi. |
|
| kan Pipefish Jantan - Perbedaan Diantara Mereka dan Sifat Manusia27 Januari 2011 |
| Tahukah anda bahwa ikan Pipefish jantan selalu membawa telur-telur di bawah tubuh mereka? Kami bisa melihat dan mengambil gambar. |
|
| Nudi di Raja Ampat26 Januari 2011 |
| Hanya dalam sekali menyelam kami menemukan dalam wilayah beradius 10m 14 macam spesies nudibranch di samping cleaner shrimps, pipefish dan flatworms termasuk seekor Giant Flathead. Inilah nama-nama Latin dari nudi yang kami temukan: Bornella Anguilla, Chromodoris annae, Flabellina Exoptata, Godiva quadricolor, Halgerta Carlsoni, Hypselodoris Maculosa, Nembrotha Chamberlaini variant, Phylidia acellata, Phylidia varicose, Phylidia pustulosa, Phylidiopsis Shireenae, Risbecia tryony, dan yang terakhir belum teridentifikasikan. Bagi seluruh pecinta macro - kalian pasti rindu menyelam. |
|
| Di depan bungalow anda23 Januari 2011 |
| Baru saja tiba di resort tamu kami langsung mendapat kejutan pertama, jika anda keluar dari bungalow anda dapat melihat setiap saat anak blacktip shark di air dangkal tetapi hari ini seekor blacktip shark dewasa menunggu kami di air dangkal - selamat datang di Surga. |
|
| Masih tentang Duyung4 Januari 2011 |
| Sejak dua minggu lalu duyung secara teratur terlihat di bagian pelayanan dari Resort. Para tamu kami seringkali melihat mereka. |
|
| Duyung kembali24 Desember 2010 |
| Duyung-duyung kembali muncul tepatnya di siang hari, bagaikan hadiah di hari Natal. Kali ini dua ekor duyung tersebut terlihat sedang bermain-main di bagian belakang lokasi resort. |
|
| Duyung di bagian pelayanan resort19 Desember 2010 |
| Seekor duyung terlihat sedang mengunjungi bagian pelayanan resort siang ini. Duyung tersebut berada disana cukup lama dan semua orang sangat tertarik melihatnya ketika dia sedang menikmati santapan sneknya. |
|
| Spesies pipefish baru?14 Desember 2010 |
| Kami berhasil melihat spesies garfish yang belum pernah terlihat sebelumnya bersama tamu kami. Mulanya di Kampung Baru, selanjutnya di lokasi selam Kapasbow. Akhirnya dapat ditemukan juga di lokasi Manta. Kami harap spesies ini akan muncul lagi suatu ketika. Benar-benar spesies baru atau langka yang telah kami temukan. |
|
| Devil scorpionfish7 Desember 2010 |
| Terkadang kami mengunjungi tempat berlumpur yang penuh berbagai macam keajaiban kecil di daerah sekitar 'New Villaga' (Kampung Baru). Kami beruntung kali ini lagi, karena kami telah menemukan Devil Scorpionfish. |
|
| Kunjungan ke Wilson Bird of Paradise28 Nopember 2010 |
| Kami berkunjung ke sarang Wilson Bird Of Paradise bersama dengan tamu Swedia kami. Mereka berkesempatan melihat burung jantan beberapa kali dan seekor betina pun sesekali muncul. Kami menyaksikan tindakan yang sangat menarik dengan car. |
|
| Petemuan dengan ikan pedang27 Nopember 2010 |
| Saat itu kami sedang dalam perjalanan menuju ke lokasi selam berikutnya bersama dengan tamu-tamu Jerman kami ketika kami melihat sirip bagian belakang yang besar. Ketika kami lebih dekat kami melihat seekor ikan pedang berukuran 2,5 m panjangnya sedang beristirahat dengan tenang di atas permukaan air. Menyadari kehadiran kami ikan tersebut turut melarikan diri dengan kecepatan yang luar biasa bahkan sampai melompat di air beberapa kali sambil berenang. Menurut para ahli bahwa ikan pedang tersebut merupakan salah satu yang tercepat di lautan yang mencapai 100 km/jam. |
|
| Perjalanan ke selat26 Nopember 2010 |
| Kami berangkat ke selat bersama dengan tamu-tamu Swedia kami. Salah satu dari tamu kami, Peter Johansson, berhasil mengamati beberapa contoh White-tailed Tropicbird (Phaethnon lepturus). |
|
| Manta di Arborek25 Nopember 2010 |
| Bersama dengan tamu Jerman, Spanyol dan Swedia kami ke Arborek, tempatnya manta. Awalnya cuma ada tiga ekor manta tetapi lambat laun banyak yang muncul. Di akhir penyelaman muncul dua belas ekor manta raksasa dengan panjang 3 hingga 5 meter semuanya berwarna hitam. Kami begitu bahagia. Manta kembali! |
|
| Manta di dermaga23 Nopember 2010 |
| Kala itu orang-orang lagi sedang menunggu tamu-tamu baru di dermaga ketika seekor manta dengan panjang 4 meter muncul di air. Manta tersebut berputar-putar di dalam air selama 15 menit kemudian menghilang. Mungkinkah manta sudah kembali? |
|
| Duyung di restoran22 Nopember 2010 |
| Di malam hari ketika bulan purnama dan lagi air pasang seekor duyung mampir di air yang berumput di depan restoran. Duyung tersebut sedang melakukan makan besar dan kemudian setelah selesai urusan kemudian berenang pergi. |
|
| Wobbegong pemburu20 Nopember 2010 |
| Kami menyelam di Bogyo reef bersama dengan tamu Jerman dan Swiss kami. Tim yang ada mengalami sebuah pengalaman yang sangat memukau yang tidak pernah dirasakan oleh penyelam lain sebelumnya.Dekat dengan markas selam kami melihat wobbegong yang sama hampir setiap hari, meskipun demikian , selama tiga hari terakhir kami hanya melihatnya berenang dalam sepuluh kali peristiwa karena biasanya dia cuma beristirahat di dasar laut. Hari ini lain lagi! Kami berkesempatan untuk mengamati cara dia berburu dan makan. Jenis yang berukuran panjang di atas dua meter pertama mengangkat ekornya ke atas kepalanya dan perlahan mengayunkannya dari sisi ke sisi.Lumayanlah tiba-tiba segerombol ikan kecil mengitari ekor ikan hiu tersebut kemudian sang predator menyambar. Perburuan dan pesta makan tersebut dilakukan berulang sampai sepuluh kali selama 15 menit. Tim menonton dari jarak dekat (kira-kira dua meter) kami tidak akan melupakan hari ini! |
|
| Perjalanan ke pulau Fam16 Nopember 2010 |
| Kami menyelam di dekat pulau Fam bersama-sama dengan tamu Jerman, Rusia dan Swedia kami.Selama dua kali menyelam dalam laut sangat ramai. Ratusan barakuda, ikan jackfish dan ikan groupers seukuran manusia datang mengitari kami. dan tentu saja wobbegong juga muncul disertai dengan hiu black tip dalam menikmati pesta. Kami mengakhiri hari itu dengan penuh bangga karena kami berhasil mengambil gambar akan sejenis siput yang langka, yaitu Notodornis minor. |
|
| Masih tentang Wilson Bird of Paradise5 Nopember 2010 |
| Di saat kami berjalan menyusuri hutan di pagi ini kami menemukan sarang dari dua ekor Wilson BOP. Untuk kesana jalannya sangat mudah untuk kedua tempat tersebut dan bisa melihat tanpa mengganggu burung-burung tersebut. Meskipun dalam keadaan cuaca hujan lebat namun kami masih bisa melihat salah satu dari burun wilson bird of paradise. |
|
| Wilson Bird of Paradise3 Nopember 2010 |
| Burung Wilson bird of paradise dulunya masih saja diburu pada seperdua abad lalu. Biasanya mereka berakhir di sebuah musium atau di rumah pribadi seperti layaknya piala, atau terkadang mereka diburu karena bulu mereka oleh masyarakat setempat. Meskipun begitu praktek-praktek seperti ini sudah hampir menghilang. Kebudayaan setempat juga telah berubah. Dewasa ini jarang ada orang yang senang berjalan di hutan dan ini merupakan tugas berat di daerah Raja Ampat untuk menemukan seorang pemuda setempat yang tahu akan hutan, hewan-hewan dan burung-burung juga. Belah Rotan - Wilson BOP - dianggap sebagai salah satu burung yang paling misterius dan khayalan. Ada desa-desa dimana hanya generasi tua (di atas 60 tahun) yang telah pernah melihat burung ini dan mereka hanya bisa mengingat penemuan dari beberapa dekade lalu. Oleh karenanya merupakan sebuah tantangan yang besar untuk menemukan burung ini dikarenakan kami tidak bisa berharap banyak bantuan dari masyarakat setempat. Setelah berminggu-minggu mencari akhirnya kami mendengar suara burung dari berbagai penjuru di sebuah lembah yang belum pernah dikunjungi oleh orang kulit putih sebelumnya. Sekarang tantangan yang masih ada adalah dengan sebidang tanah dimana merupakan tempat tinggal burung-burung di hutan. |
|
| Mengunjungi pulau Mansuar2 Nopember 2010 |
| Kami singgah di pulau tetangga yaitu Mansuar untuk beberapa kali menyelam. Pada laut yang tenang kami melihat sepasang hiu blacktip, wobbengong, seekor pigmy seahorse (Hippocampus bargibanti) and tiga ekor spesies nudi yang sama yang pernah kami belum pernah lihat sebelumnya. |
|
| Seekor spesies burung di pulau Birie31 Oktober 2010 |
| Dikala kami sedang melakukan perjalanan untuk melihat burung dengan tamu kami cukup beruntung bisa berkesempatan melihat burung jenis Red-throated myzomela, yang belum pernah kami lihat di pulau kami sebelumnya. |
|
| Hari dengan kuda laut30 Oktober 2010 |
| Kami pergi untuk melihat beberapa manta dengan tamu Jerman kami di Arborek. Pada penyelaman kedua kami bertemu dengan seekor kuda laut hitam ( Hippocampus severnsi) dan kemudian kami cukup beruntung karena bisa melihat yang spesies yang berwarna kuning (Hippocampus pontohi). Tetapi ini bukan akhir dari cerita karena selama menyelam malam di pulau Dokri (dekat dengan pangkalan selam kami) kami menemukan kuda laut jenis Hippocampus cilemani. Stephan membuat foto yang bagus akan Hippocampus cilemani. |
|
| Denise muncul lagi28 Oktober 2010 |
| Seusai penyelaman yang menyenangkan di Bogyo reef, kami menyelam di pesawat karam P-47 thunderbold. Dari pesawat karam hanya sejauh 30 meter seekor kuda laut Denise (Hippocampus denise) muncul. |
|
| Lagi spesies baru27 Oktober 2010 |
| Kami menyelam di Mikes point dengan arus yang kencang ketika kami menemukan seekor ular laut kuning berukuran panjang 4 cm bergerak dengan cepat. Pakar Australia secara langsung menyadari bahwa kami telah menemukan seekor spesies baru (ini merupakan yang kelima) dan kami menamainya Phyllodoce millii (Horvath, 2010). |
|
| Gempa Bumi di Sumatra Barat27 Oktober 2010 |
| Pada tanggal 26 Oktober 2010 gempa bumi berkekuatan 7,2 pada skala Richter mengguncang pantai Indonesia di Sumatra Barat. Sejak gempa bumi lokasi yang jauhnya 3500 km jauhnya dari resort kami bagaikan potong kompas (diapit oleh Borneo dan Sulawesi), kami tidak merasakan apa-apa. Kami hanya mendengar tentang insiden ini dari teman-teman yang telah mengontak kami. |
|
| Hippocampus bargibanti26 Oktober 2010 |
| Kami melakukan penyelaman didekat pulau Urun pada kedalaman 16 meter kami menemukan sepasang Hippocampus bargibanti, yang merupakan spesies ketiga yang terpisah dari pigmy seahorse yang terindentifikasi di lokasi tersebut. |
|
| Berburu Elang di pulau24 Oktober 2010 |
| "Ketika para tamu kami tertarik untuk melihat burung disaat itu pula ada diantara mereka seorang pakar burung. Waktu yang terbaik untuk melakukan pengamatan terhadap kehidupan burung yang ada di pulau antara jam 5 - 6 sore. Kami mempunyai tempat persembunyian yang sengaja dibangun dimana kami dapat menggunakan sebuah binokuler 60X untuk hasil penglihatan yang bagus. Ada tempat-tempat yang sudah biasa untuk bisa melihat White-bellied Sea-Eagle, the Osprey dan the Brhamin Kite. Suatu ketika kami merasa senang karena bisa melihat the New Guinea harpy-Eagle, Long-tailed Buzzard serta the Gray-Headed Goshawk. Kami juga memiliki tempat untuk melihat the Palm Cockatoo dan the Sulphus-Crested Cockatoo, juga Electus Parrot, Papuan Lorikeet dan Raibow Lorikeet. Jenis Merpati sudah umum seperti Pinon Imperial Pigeon dan Spice Imperial Pigeon |
|
| Bertandang ke tetangga lagi23 Oktober 2010 |
| Kami menyelam disekitar pulau Arborek dan Mansuar. Yang istimewa dari perjalanan kami adalah 3 ekor hiu black tip, salah satunya berukuran antara 4 dan 5 meter panjangnya, seekor white Denise seahorse (Hippocampus denise), seekor nudi dan seekor cacing laut sedang menunggu untuk diidentifikasikan. |
|
| Mengunjungi tetangga22 Oktober 2010 |
| satunya berukuran antara 4 dan 5 meter panjangnya, seekor white Denise seahorse (Hippocampus denise), seekor nudi dan seekor cacing laut sedang menunggu untuk diidentifikasikan. |
|
| Burung Raja Udang jenis baru21 Oktober 2010 |
| Untuk pertama kalinya di atas pohon bakau di sungai Sharinam kami melihat seekor burung raja udang berwarna biru dan hitam (Halcyon ningrocyanea). |
|
| Hampir saja spesies nudi baru18 Oktober 2010 |
| Kami sedang menyelam di lokasi house reef bersama tamu-tamu Jerman kami ketika seekor nudi yang berwarna indah muncul. Awalnya kami berpikir kami telah menemukan seekor spesies baru tapi menurut para ahli, contoh ini termasuk dalam spesies Thuridilla hoffae yang sudah dikenal. |
|
| Spesies nudi yang diperkirakan terbaru18 Oktober 2010 |
| Ketika kami sedang menyelam bersama dengan tamu-tamu Jerman kami di house reef saat itu kami menandai nudi yang beraneka warna (biru, coklat kemerahan dan hitam). Awalnya kami beranggapan bahwa kami telah menemukan empat jenis nudi baru) akan tetapi para pakar nudi tiba-tiba mengagetkan kami. Dengan mengatakan bahwa nudi ini merupakan salah satu jenis nudi yang sangat terkenal. Nudi ini dikenali sebagai salah satu nudi yang terkenal dari jenis Thuridilla hoffae. |
|
| Perjalanan ke selat14 Oktober 2010 |
| Kami melakukan perjalanan seharian bersama dengan tamu-tamu kami dari Amerika, Inggris, dan Jerman. Awalnya kami melihat jejak telapak tangan yang ada di batu kemudian kami melakukan snorkel di Hidden Bay. Aktivitas selanjutnya adalah kami pergi menyelam di selat, yang kemudian berubah menjadi penyelaman yang menyenangkan dikeranakan arusnya sangat kencang. Salah satu dari tamu kami yang sudah menyelam selama tiga puluh tahun merasa dirinya seperti superman saat menyelam. Ini sangat menegangkan! Setelah itu kami menuju ke goa kelelawar dimana kami melihat kelelawar dan sarang burung layang-layang kemudian kami melihat-lihat di tempat pemakaman tradisional. Kami mengakhiri hari kami dengan menyelam di pulau Kri. Tamu-tamu kami mengakui bahwa hari ini merupakan penyelaman terbaik mereka (beberapa diantaranya memiliki 5 tahun pengalaman menyelam sedangkan yang lainnya 30 tahun menyelam) dikarenakan jumlah ikan yang mereka jumpai. Kami melihat begitu banyak hiu black tip dan white tip, tuna dan jack fish, Napoleon dan sea bass seukuran anak kecil. Setelah melewatkan hari mereka yang menyenangkan akhirnya semua orang bisa menikmati matahari terbenam dari teras pribadi. |
|
| Hiu di Bogyo reef9 Oktober 2010 |
| Arus sangat kuat dari biasanya dan masih terdapat banyak lagi ikan di batu karang seperti sebelumnya. Pertama kami melihat seekor white tip shark yang diikuti oleh seekor ikan Napoleon yang besar dan kemudian beberapa ekor ikan bump-head parrot fish menampakan diri mereka. Mengakhiri penyelaman kami berhasil mengambil gambar seekor wobbegong. Benar-benar hari yang menyenangkan! |
|
| Ray di Bogyo reef 3 Oktober 2010 |
| Bogyo reef adalah merupakan lokasi selam laut terbuka favorit kami untuk ikan-ikan besar. Disana selalu bisa ditemukan barakuda yang besar, jackfish, bumphead parrot fish dan black tips. seekor ikan Napoleon adalah merupakan pengunjung setia yang datang untuk mengecek keberadaan kami, dan merupakan pemandangan yang nyata di bagian dunia ini. Selama penyelaman hari ini tim kami menyaksikan seekor ikan spike ray berukuran panjang 1,5 meter. Tim kami masih terus berenang untuk mengikuti ikan pari rakasasa tersebut ketika muncul seekor pari manta berukuran panjang 3 meter menyeberangi perairan di atas kami. Kami sangat menyukai Bogyo reef. |
|
| Di tempat ini semuanya baik! 30 September 2010 |
| Menurut WWF Indonesia, pemutihan karang dapat di lihat di seluruh wilayah karang Indonesia. Para pakar menyalahkan pergerakan air laut selam bulan September 2009 dan meningkatnya suhu air laut akibat perubahan yang tidak dikehendaki. Pemutihan terumbu karang terjadi ketika alga, yang hidup bersimbiosis dengan karang itu, mati. Tentu saja naiknya suhu air laut tidak memandang para penumpangnya, oleh karenanya, seluruh laut Andaman dipengaruhi oleh perubahan suhu. Termasuk di dalamnya Maladewa, karang dari ujung utara Sumatra sampai ke Thailand dimana suhu air laut mencapai rekor dan naik hingga 34 derajat pada bulan Mei tahun ini. Perubahan dramatis yang mencolok yang sudah pernah para pakar identifikasikan dapat dilihat di Aceh, Indonesia dimana 60% terumbu karang menjadi terpengaruh. Tempat lain yang turut terpengaruhi oleh penurunan yang dramatis dalam hal sehatnya terumbu karang terdapat di pulau Bali, Alor, dan kelompok pulau-pulau Wakatobi. Di luar dari kelompok pulau-pulau Wakatobi ini menununjukan banyaknya kerusakan akibat pengaruh pemutihan karang yang mencapai kira-kira 35% terumbu karang. Kami merasa bahwa pentingya untuk menekankan bahwa di sekitar Raja Ampat suhu airnya belum pernah naik di atas 30 derajat dan belum ada tanda-tanda adanya kerusakan karang termasuk pemutihan karang. |
|
| Perjalanan dengan kapal29 September 2010 |
| Kami mengadakan perjalanan dengan kapal bersama dengan tamu Jerman kami. Kira-kira setengah jam menjauh dari resort kami berpapasan dengan ribuan kawanan lumba-lumba. Bahkan tamu-tamu selam kami yang sudah sering bepergian secara teratur setuju bahwa mereka belum pernah melihat pemandangan seperti demikiana sebelumnya. Hari kami turut |
|
| Pulau Dokri 28 September 2010 |
| diramaikan dengan bergabungnya seekor paus Minke yang panjangnya 8 meter. |
|
| Perjalanan ke Tanjung Kri 28 September 2010 |
| Kami melakukan sebuah perjalalan ke sebuah pulau tetangga, yaitu Kri, bersama dengan para tamu kami. Momen yang paling menarik dalam penyelaman kami adalah yaitu kami dikunjungi oleh seekor grey reef shark. |
|
| Menyelam di sekitar Mansuar 27 September 2010 |
| Kami melakukan sebuah penyelaman di sekitar pulau Mansuar, bersama dengan tamu-tamu Jerman kami. Selama penyelaman kami cukup beruntung bisa melihat sepasang wobbegong. Salah satu dari mereka sedang tertidur di atas lettuce coral, kami berhasil mengambil gambar yang luar biasa. Selanjutnya kami berpapasan juga dengan seekor pigmy seahorse (Hippocampus denise) putih yang juga sempat diambil gambarnya. Kami mengakhiri penyelaman kami dengan beberapa foto yang menggembirakan akan seekor siput laut Pseudoceros dimidiatus, yang berukuran panjang 15 cm. Benar-benar penyelaman yang luar biasa! |
|
| Masih tentang house reef25 September 2010 |
| Hari ini merupakan hari bagi penyu. Tim kami telah bertemu dengan mereka selama penyelaman kami dan salah satu dari mereka sedang makam di dalam sebuah goa yang penuh dengan glass fish. Sehabis makan kemudian penyu tesebut keluar dari goa dan akhirnya berenang menjauh. Kumpulan ikan glass fish perlahan-lahan bagaikan sebuah tirai yang terkuak setelah penyu berusaha untuk keluar. Benar-benar sebuah pengalaman yang unik. Tanbahan lagi bahwa kami juga bertemu dengan nudi dari berbagai macam jenis seperti tiga ekor siput laut. |
|
| Mari melihat-lihat di sekitar house reef!23 September 2010 |
| Kami melakukan check dive di house reef hari ini. Di atas lettuce corals yang belum terjamah seekor black tip shark dengan panjang 1,5 meter sedang berburu dan kemudian disusul oleh seekor eagle ray yang mengunjungi hose reef. Dia merupakan pengunjung setia dan telah membuat snorkelling lebih menyenangkan dari biasanya. Terlepas dari ikan bump-head parrot fish yang besar Crytocentrus cinctus goby merupakan hal yang paling menarik untuk dilihat. |
|
| Manta kembali?20 September 2010 |
| Sewaktu cek dive, hanya kira-kira 20 meter dari jetty, perhatian kami tertuju kepada seekor manta yang panjangnya 3 meter sedang beralayar menyeberangi lautan. Bunga-bunga plankton baru saja bermekaran mengubah lautan menjadi seperti sup kental seperti tempat makan. Di rumah kami manta akan kembali lagi segera. |
|
| Ular laut dengan panjang 2 meter 5 September 2010 |
| Di lokasi selam Arefi Berauk kami bertemu dengan seekor ular laut. Kami belum pernah melihat spesimen sebesar ini sebelumnya. Panjangnya kira-kira 2 meter dan ukuran diameternya sebesar kepalan tangan. Teman-teman selam kami yang sudah berpengalaman setuju bahwa ukuran tersebut seakan-akan bukan hal yang nyata. |
|
| Angin dari Barat Selatan?Agustus-September 2010. |
| Berdasarkan pengetahuan masyarakat selama bertahun-tahun dan berabad-abad lamanya bahwa angin dari arah selatan ( sungguh benar bahwa angin selatan ini) muncul sekitar bulan Agustus-September. Selama musim ini pelayaran akan menjadi sangat sulit selama 2 hingga 4 hari dalam seminggu. Untungnya resort dan diving center kami berada pada posisi yang terlindung, terima kasih untuk pulau besar Batanta, makanya tamu-tamu kami jarang terpengaruh dengan fenomena ini. |
|
| Menyelam di Pulau Dua bersama tamu Belanda kami.14 Agustus 2010 |
| Sewaktu kami sedang melakukan penyelaman di Pulau Dua bersama dengan tamu kami berkewarganegaraan Belanda kami menemukan seekor seekor ikan kerapu palemargin tepat di bawah batu karang yang berukuran lumayan. Hanya ketika kami bergerak lebih dekat kami sadari bahwa ikan kerapu yang panjangnya 30 cm tersebut ternyata sudah mati dan anehnya lagi mulutnya terbuka lebar.Setelah melihat lebih dekat kami sadari bahwa ikan kembung (Papuan toby) yang berukuran panjang 9 cm terjebak dalam mulutnya dan ikan puffer tersebut masih hidup.Dia tidak bisa melepaskan diri dari rongga mulut ikan yang sudah mati dikarenakan separuh tubuhnya tertahan dalam gigi ikan yang sudah mati. Kami berusaha untuk membebaskan ikan puffer tersebut dan akhirnya dapat berenang kembali dengan gembira. Sepertinya ikan kerapu tersebut telah menangkap ikan kembung sehingga menyumbat mulutnya. Dikarenakan ikan kembung telah menggembungkan dirinya sehingga membuat ikan kerapu tidak dapat menggunakan insangnya secara efektif dan lambat laun menyebabkan ikan kerapu menjadi mati lemas karena tidak bisa melepaskan ikan kembung. Ikan kembung bisa saja mati secara perlahan bila kami tidak menemukannya. |
|
| Wobbegongs10 Agustus 2010 |
| Tamu kami kami yang berkebangsaan Perancis dan Belanda selama penyelaman mereka di Lalosi reef melihat 8 ekor wobbegongs (hiu karpet). Meskipun hiu jenis ini bukan merupakan spesies yang umum, merupakan keberuntungan yang luar biasa bisa melihat begitu banyak wobbegong selama sekali penyelaman berlangsung. |
|
| Perjalanan ke passage16 Juli 2010 |
| Saat melakukan penyelaman pertama dalam perjalanan kami ke Manta point kami menyaksikan lebih dari 10 manta hitam dan putih yang datang ke arah kami dari segala penjuru terkadang datang dalam 4 dan 5 kelompok selama menyelam. Selain mengunjungi tempat pemakaman tradisional Papua dan goa kelelawar, namun pusat perhatiannya adalah passage. Setelah menyelam di goa di awal penyelaman kami temukan banyak nudibranch yang beraneka warna. Seusai itu kami melihat seekor penyu dan seekor hiu black tip yang berukuran panjang 1,5 meter berenang mengikuti kami selama beberapa menit. Penyelaman kami yang tak terlupakan berakhir dengan sebuah kejutan dimana seekor eagle ray memecahkan keheningan di dasar laut. |
|
| Kunjungan ke Manta point di Arborek15 Juli 2010 |
| Perjalanan menyelam pertama adalah ke Manta Point. Empat ekor manta (hitam dan putih) turut menyambut tamu-tamu kami diseharian penyelaman kami. Pada penyelaman kedua kami melihat 3 ekor hiu wobbegong ukuran besar dari jarak dekat di Lalosi reef. |
|
| Sargassum frogfish di housereef1 Juli 2010 |
| Arus telah menyeret rumput laut kecil dan besar hingga mencapai housereef kami. Inilah yang menyebabkan sehingga kami bisa menemukan sargassum frogfish (Histrio histrio) yang berkeliling di atas permukaan rumput laut. |
|
| Kakatua Raja di pulau26 Juni 2010 |
| Buah ketapang telah matang di atas pohon-pohon besar yang ada di pulau. Sekarang pohon-pohon ini telah menjadi kerajaan bagi kakatua mulai dari pagi subuh hingga senja di sore hari. Pemandangan luar biasa semacam ini tidak pernah terdapat di tempat lain. |
|
| Dugong lagi20 Juni 2010 |
| Ketika itu awak kapal kami sedang mengembalikan kapal di bagian pelayanan mereka bertemu dengan 2 ekor dugong. Induk dugong serta anaknya sedang berenang menuju rumput laut untuk makan malam. |
|
| Raksasa dan Pygmie19 Juni 2010 |
| Sekawanan barakuda menyambut kami di awal penyelaman kami. Mereka pasti terdiri dari sekitar 20 ekor, bahkan yang terkecil sekalipun besarnya lebih dari 1 meter. Kemudian beberapa ekor ikan tuna besar muncul mengikuti arus. Kami sangat senang untuk mencari pigmy di gorgonia. Kami menemukan seekor Hippocampus denise berwarna merah muda pertama kalinya dan dua ekor Hippocampus bargibanti pada gorgonia kedua. Makhluk kecil ini telah membuat hari kami menjadi sangat spesial! |
|
| Ghost pipe fish di Goa Kecil18 Juni 2010 |
| Tim selam kami menemukan seekor ghost pipe fish berwarna putih di awal penyelaman kami. Kami belum pernah melihat spesies jenis in di Raja Ampat sebelumnya. Sesaat kemudian terlihat seekor gurita yang sedang bersembunyi disertai beberapa ekor udang yang sedang menari di sepanjang reef. Kami juga menemukan paling sedikit 8 nudibranch selama penyelaman kami. Yang paling menarik adalah seekor spesies dari keluarga Chromodorididae. |
|
| Batu Hitam13 Juni 2010 |
| Batu hitam adalah merupakan salah satu di antara tempat penyelaman makro yang kami sukai. Selain tod fish dan wobbegong besar yang menakjubkan kami juga berhasil mengenali 13 spesies nudribranch. Ambil contoh beberapa spesies terbaik: Chromodoris coi, Chromodoris kunei, Glossodoris cruenta, Jorunna funebris and Phyllidia ocellata sungguh telah membuat penyelaman kami menjadi menyenangkan. |
|
| Cagar Alam Ayofi11 Juni 2010 |
| Seorang dive manager kami yang baru telah melakukan penyelaman di aderah cagar alam ayofi untuk pertama kalinya. Ayofi seperti biasa selalu merupakan yang terbaik. Pertama seekor eagle ray melayang di atas kami, kemudian kami bertemu lagi dengan beberapa ekor bumphead yang besar yang panjangnya lebih dari satu meter panjangnya. Kami juga menemukan wobbegong yang panjangya lebih dari 3 meter dengan dua udang kecil yang sedang membersihkan belakangnya. Kami juga mencari pygmi pada gorgonia pada kedalaman 30 meter, tapi sayang kami tidak menemukannya. Salah seorang pemandu selam kami menemukan nudibranch berwarna hitam. Kami belum pernah melihat spesies seperti ini sebelumnya dan bahkan kami tidak dapat menemukannya pada daftar indeks nudibranch. |
|
| Dokri lagi8 Juni 2010 |
| Kami melakukan check dive tanpa tamu di pulau Dokri hari ini. Disana seperti biasanya masih terdapat ikan barakuda dan tuna. Bahkan kehadiran ikan hiu dengan panjang 2 meter dari laut biru tidaklah mengangetkan. Hal yang mengangetkan sebenarnya adalah penemuan 2 ekor Denise pigmy seahorse berwarna merah muda (Hippocampus denise) saat melakukan pencarian gorgonia. |
|
| Trip ke Passage1 Juni 2010 |
| Perjalanan ini diatur bersama dengan tamu Jerman kami, dan juga sudah termasuk beberapa program tambahan. Grup kami dimulai dengan melakukan snorkel singkat di Hidden bay di pulau Gam. Kemudian kami melanjutkan penyelaman pada selat sempit di Passage yang terletak antara pulau Gam dan Waigeo. Pertama-tama kami mengeksplorasi goa-goa di bawah air, selanjutnya kami mulai mencari nudibranch. Kami temukan lebih dari 25 spesies selama 90 menit penyelaman. Kami juga berhasil mengenali spesies yang belum dikenal dan juga seekor Chromodoris fidelis. Selesai makan siang di samping sebuah air terjun kecil kami lanjutkan dengan melihat pulau-pulau yang berbentuk jamur yang indah, tempat pemakaman tradisional dan juga goa kelelawar. Dalam perjalanan pulang kami menyelam di Chicken reef tempat dimana kami menemukan seekor bargibanti, walking shark, 2 penyu, white tip reef shark, fan tale sting ray yang besar, wobbegong yang mempesona,beberapa ekor crocodile fish kecil, Thacacera berwarna oranye dan seekor Glossodoris stellata dari keluarga nudibranch. Bukankah hal tersebut kedengaran bagus? |
|
| Burung Tern di Pulau Dua30 Mei 2010 |
| Perjalanan keliling Pulau Dua kami lakukan disela-sela 2 kali penyelaman yang mengasyikan. Dan kami temukan tempat bersarang 3 jenis burung Tern di salah satu pulau tandus tersebut. Burung Bridled Tern (Sterna anaethetus) bersarang ditengah-tengah kerumunan. Ada juga spesies jenis Crested Turn (Sterna Bergii) dan juga Black-naped Tern (Sterna sumatrana). |
|
| Cenderawasih29 Mei 2010 |
| Bersama dengan seorang tamu kami berkebangsaan Swedia kami menyusuri pulau Batanta di tengah malam hanya untuk mencari Burung Cenderawasih. Kami mencapai bagian lain pulau tersebut dengan menggunakan perahu motor kami, dan setelah satu jam berjalan kaki akhirnya kami tiba di puncak saat matahari terbit. Inilah tempat dimana burung terindah di planet ini sedang menunggu kami, yaitu Wilson s Bird of Paradise. Kami sangat kagum pada burung tersebut selama 2 jam sambil mengambil gambar dan juga membuat video. Jarak antara tamu kami dan burung tersebut paling banyak sekitar 4-5 meter. Dalam perjalan menuruni gunung kami juga bertemu dengan burung endemik Raja Ampat, yaiut Red Bird of Paradise. Perjalanan berikutnya kami lanjutkan ke pulau Salawati di siang harinya untuk meneliti King Bird of Paradise. Kami tidak berhasil melihat jantan yang berbulu warna-warni tesebut, tapi kami berhasil mengamati sang betina sedang memberi makan anaknya yang terbang dekat sarangya. |
|
| Manta28 Mei 2010 |
| Manta telah menghilang 3 minggu lalu dari manta point rahasia di dive center kami. Terkadang hanya beberapa ekor saja yang muncul. Oleh karenanya kami membawa para tamu kami di Manta Point yang terkenal di Arborek. Pada selaman pertama 7 ekor manta menghibur tim kami dengan pertunjukan hebat mereka. Ada 3 ekor berwarna hitam, dan salah satu dari mereka berukuran panjang 5 meter! Manta yang berekor buntung juga ada disini yang sering kami lihat selama 4 tahun terakhir. Penglihatan sangat buruk selama penyelaman kedua, namun7 ekor manta beratraksi pada saat itu. Si hitam hanya diwakili oleh 2 ekor yang masih muda. Saat menunggu kami temui seekor filefish (Rudarius minutus) yang menarik. |
|
| Frogfish di Pulau Wai27 Mei 2010 |
| Tim kami menyelam di bangkai pesawat P47 (Thunderbolt), di dekat pulau Wai. Pada permulaan selam seekor frogfish warna biru kecoklatan muncul pada kedalaman 14 meter, dan ditemukan oleh Rainer, seorang tamu Jerman kami. Berikutnya kamu temukan lagi 2 ekor kuda laut jenis Denis (Hippocampus denise) warna merah tepat pada ekor mesin tersebut. |
|
| Penyelaman di Pulau Urun26 Mei 2010 |
| Kami menyelam di bagian luar lengkungan Pulau Urun bersama tamu kami. Kami sangat terkejut dengan penglihatan hanya 15 meter yang mana sangat buruk dari yang diharapkan. Namun hal ini tidak merusak minat para tim kami. Pertama kami temukan 2 ekor kuda laut kerdil (hippocampus bargibanti). Dan seekor manta raksasa melayang di atas kami pada saat bersamaan melawan arus. Pada posisi sedikit lebih naik seekor wobbegong ukuran 2 meter sedang menunggu kami, kami juga bertemu dengan 2 ekor penyu (tak satupun dari mereka yang terbangun karena kedatangan kami). Kami juga melihat seekor hiu jenis white tip shark berukuran panjang satu setengah meter. Dan kami merasa puas dalam satu kali menyelam. |
|
| Cenderawasih23 Mei 2010 |
| Kami melakukan tur kecil-kecilan di pulau Batanta pada saat subuh, hanya untuk mencari tempat pengamatan baru cenderawasih. Kami temukan Red Bird of Paradise setelah 20 menit perjalanan dengan kapal dan satu setengah jam jalan kaki yang mudah dari resort kami. Kami berhasil mengamati paling sedikit 4 ekor cenderawasih pada dedaunan pohon tinggi. |
|
| Adanya penyelaman yang kurang berkenan19 Mei 2010 |
| Ada sedikit dangkalan kosong yang diakibatkan oleh arus beratus-ratus meter dari house reef di depan rumah tamu kami. Kami telah berkeliling bagian luar tempat ini. Walaupun tempatnya merupakan tempat ikan mengingat akan posisinya, tetapi tempat tersebut tidak menunjukan adanya kesamaan seperti halnya Dokri yang sekarang ini lebih baik. Namun diakui bahwa akhirnya kami temukan juga 2 ekor penyu dan juga 2 ekor kuda laut kerdil (Hippocampus bargibanti). Tambja morose dalah jenis yang terindah dari semua jenis nudi. |
|
| Seharian nudibranch17 Mei 2010 |
| Penyelaman baru pada batu hitam (Kampung Baru - Batu Hitam). Kami temukan 10 nudibranch secara bersamaan. Chelidonura varians, Sebadoris nubilosa, Chromodoris leoparda, Chromodoris tritos, Chromodoris coi adalah yang paling terbagus di daerah tersebut. |
|
| Walking shark di house reef9 Mei 2010 |
| Tamu-tamu kami senang bersnorkel di hari terakhir atau waktu diantara dua kali menyelam biasanya. Tamu Hungaria kami melihat walking shark berjarak kira-kira 20 meter jauhnya dari dive center. Mereka bisa diikuti, diamati berjam-jam. Dan berakhir setelah mengambil gambar. |
|
| Dokri4 Mei 2010 |
| Dokri selalu menjadi salah satu lokasi selam favorit untuk Ikan Besar. Hari ini bahkan lebih spesial lagi. Awalnya kami melihat seekor reef shark yang panjangnya 2 meter dan diikuti oleh seekor eagle ray. Selanjutnya muncul black tip reef shark lagi. Satunya yang besar bisa seukuran manusia. Bumphead parrot fish yang panjangnya satu meter terlihat mengkiuti kita, dua dari mereka menjadi teman selam kami. |
|
| Ulang tahun Waisai3 Mei 2010 |
| Festival seminggu lamanya dalam rangaka ulang tahun Kabupaten Raja Ampat dimulai hari ini, Pada acara tersebut kami juga turut hadir. Dalam perjalanan ke Waisai kami berpapasan dengan sekelompok pilot whales dan lumba-lumba yang berjumlah 50-100 ekor berenang di depan speed boat kami. |
|
| Sperm whale muncul lagi1 Mei 2010 |
| Ketika pulang dari Sorong untuk perjalanan belanja dan pada jarak kira-kira 20 meter dari kapal kami dua ekor sperm whale yang panjangnya 15-16 meluncur mengikuti ombak. Mereka bahkan tidak mempedulikan kami. |
|
| Duyung di bagian daerah pelayanan30 April 2010 |
| Datangnya laut pasang disertai dengan bulan purnama telah mengundang duyung untuk mencari makan di sekitar house reef kami. Suara duyung tersebut bisa terdengar di tengah malam. |
|
| Tamu khusus kami, sperm whales28 April 2010 |
| Tim selam kami sedang bersiap-siap untuk menyelam tiba-tiba seekor sperm whale kelihatan pada jarak 200 meter di depan bungalow. Mereka memuncratkan udara, bermain, kemudian bergerak menuju arah Timur. Di kejauhan kami hanya bisa melihat salah satu dari merek melompat ke udara. |
|
| Taman karang juga bisa membahayakan26 April 2010 |
| Sting rays, anak hiu serta gurita seringkali muncul di bawah bungalow dan restoran. Kita juga dapat melihat ikan karang besar berkeliaran dan ular laut sesekali muncul di bawah dan di sekitar bungalo jadi kita mesti berhati-hati kalau ingin turun ke laut. |
|
| Hiu berwarna kuning kecoklatan di bawah jetty 24 April 2010 |
| Seekor hiu yang berwarna kuning kecoklatan dengan panjang 1,5m mengunjungi housereef kami lagi. Dia berputar-putar di bawah jetty beberapa saat dan terus-menerus diikuti oleh hiu black tip dengan panjang setengah meter. |
|
| Reef karang baru 23 April 2010 |
| Kami telah menyelam pada sebuah reef baru di laut terbuka bersama dengan tamu Jerman kami. Laut yang jernih disekitar reef merupakan rumah bagi karang-karang yang belum terjamah, kelompok ikan dari berbagai jenis dan tentu saja nudi juga. Di akhir penyelaman kami terhenti pada perhentian yang aman ketika dua ekor manta ray yang berukuran 5m berenang mengelilingi kami. Kami mengenali mereka, berdasarkan pola putih yang terdapat pada sayap, sama seperti manta yang kami temukan pada awal minggu di Pulau Dua. Penyelaman pada siang hari telah membawa beberapa pengalaman baru yang luar biasa pada saat menyelam pada tempat selam baru, yang bernama Tapor Ingkassiow. |
|
| Burung Brown boobies ada disini21 April 2010 |
| Setelah redanya badai guntur beberapa ekor burung brown boobies terlihat mengunjungi daerah ini selama dua hari. Burung-burung ini memburu ikan dengan cara menukik ke dalam air untuk menangkap mangsa mereka yang ada di bawah air dan mereka merupakan pengunjung langka daerah ini. |
|
| Menyelam di Wai Wall20 April 2010 |
| Tamu-tamu kami yang berkebangsaan Jerman menyukai penyelaman klasik pada dinding saat kami membawa mereka pada daerah pintu masuk goa pada kedalaman 30m. Dalam perjalanan selam kami diikuti oleh sekelompok lumba-lumba tangguh yang berenang mengikuti speedboat kami. Selama penyelaman kemi bertemu wobeggong, hiu jenis black tip, penyu dan sembilan jenis nudi. Dalam perjalanan pulang kami mampir untuk melihat manta ray. Para tamu kami bersnorkel dengan 30-40 ekor manta (benar bahwa manta datang untuk melihat kami bukan sebaliknya) dan kami juga berkesempatan untuk menyelam pada lokasi pembersihan pada kedalaman 12m. |
|
| Pusat Informasi Pariwisata dibuka di Bali15 April 2010 |
| Bupati Raja Ampat (Drs. Marcus wanma) meyakini bahwa masa depan daerah ini berada pada eko turisme. Hal ini diakuinya ketika membuka Pusat Informasi Raja Ampat di pulau Bali (Sanur, Denpasar, Jalan By Pas Ngurah Rai No.88/B). Dimana semua orang yang tertarik pada daerah ini bisa mendapatkan informasi lengkap mengenai diving center serta aktifitas lainnya di daerah tersebut. |
|
| Pertunjukan Bayi Hiu30 Maret 2010 |
| Tim kami sangat menikmati menyelam bersama bayi hiu jenis white and black tip reef shark yang lincah dan ingin tahu di lokasi selam Paradise. |
|
| Ikan mandarin yang berbintik26 Maret 2010 |
| Sejenis ikan baru yang langka telah ditemukan di daerah sekitar resort. Ikan jenis patchy tangerine fish ini (Spotted mandarinfish=Gambar dragonet) hanya dapat ditemukan di Filipina dan beberapa pulau-pulau di Indonesia menurut kepustakaan. Ikan-ikan yang indah ini tidak sama dengan saudara mereka yang adalah pemalu. Mereka sangat mudah untuk diamati dan diambil gambar. Gambar-gambar terbaru sudah ditambahkan ke dalam galeri foto kami. |
|
| Dugong lagi 21 Maret 2010 |
| Di pagi hari seekor duyung telah mengunjungi tamu pasangan Austria kami (pada rumah tamu nomor 2). Duyung tersebut terlihat sedang menyantap rumput laut untuk sarapan paginya tepat di depan teras rumah tamu, Sabine dan Rene berkesempatan membuat video dan foto akan duyung tersebut. |
|
| Mengunjungi Pulau Burung Rangkong 18 Maret 2010 |
| Ada sebuah pulau kecil tepatnya disamping pulau Batanta, yang berjarak beberapa kilometer dari Resort. Biasanya di senja hari pulau ini dipadati oleh burung Rangkong Papua, dikarenakan mereka merasa aman bila bermalam disana. Terkadang 60-70 ekor burung tersebut berkumpul di daerah itu, dan mereka memamerkan kepada para pengunjung sebuah atraksi udara yang luar biasa ketika grup peminat mereka berkunjung. |
|
| Manta masih ada disini!14 Maret 2010 |
| Salah seorang tamu kami telah menyelam di Manta Point yang terdekat dengan Resort. Dalam penyelaman terakhirnya dia berkesempatan menyelam dengan lebih dari 50 ekor manta, setelah itu dia juga snorkel bersama dengan manta dari atas permukaan laut. Makhluk-makhluk tersebut terlihat sangat berdesak-desakan, sehingga pemandangan seperti ini sangat jarang dilihat. |
|
| Duyung di depan rumah tamu!2 Maret 2010 |
| Di suatu pagi buta seekor duyung terlihat sedang menyantap makan pagi tepat di depan salah satu house reef rumah tamu. Kami berhasil membuat rekamanan tentang duyung tersebut tepat dari atas teras rumah tamu |
|
| 54 jenis nudibranch selama 2 minggu20 Februari 2010 |
| Seorang tamu Jerman kami, yang berasal dari kota Munich, benar - benar sangat tertarik dengan nudribranch yang ada di Raja Ampat dan dalam kurun waktu 2 minggu dia telah berhasil mengambil gambar 54 spesies nudibranch selama menginap di tempat kami. Tambahan pula, dia juga telah berkali - kali menyelam dan snorkel dengan begitu banyak manta. |
|
| Ghost pipefish di daerah sekitarnya.15 Februari 2010 |
| Seorang tamu Jerman kami sangat beruntung di saat melakukan melakukan muck dive di lokasi selam yang dekat dengan resort yaitu Kampung Baru Bay dan Kampung Baru Corner. Di lokasi pertama, kami temukan 5 ekor ghost pipe fish. Pengambilan gambar berhasil dilakukan dengan baik, karena saat itu tidak ada arus. dan pada lokasi lain, kami berhasil menemukan seekor Hippocampus Pontohi yang belum pernah ditemukan disana sebelumnya. Di lokasi ini kami juga banyak mengambil gambar-gambar yang menarik. |
|
| Mandarine lagi9 Februari 2010 |
| "Salah seorang tamu Indonesia kami menemukan beberapa ekor ikan Mandarine di sekitar lokasi house reef rumah tamu. sejak pemunculan beberapa ekor spesies ikan di bagian Timur Laut dari pulau, dapat dikatakan sekarang bahwa ikan ""matahari terbenam"" yang unik ini dapat dilihat hampir di setiap tempat pada house reef disekitar resort kami." |
|
| Penyelaman di Wai Wall1 Februari 2010 |
| Kami melakukan penyelaman gabungan dengan para tamu kami ke sebuah dive point di dekat pulau Wai yang letaknya di depan resort. Walaupun daerah itu bukanlah lokasi selam untuk manta, namun rombongan kami disambut oleh 5 ekor manta yang besar. Setelah itu muncul beberapa ekor hiu putih dan juga jenis black tip shark. Hiu-hiu tersebut dibuntuti oleh 18 ekor bumphead parrotfish besar berukuran 1 meter (kebanyakan dari mereka berbaur dengan napoleon fish). Seusai menyelam, rombongan kembali menghabiskan tiga puluh menit sisa dengan snorkel bersama 20 ekor manta. Rupanya semua orang pada senang dengan penyelaman yang mereka lakukan…. |
|
| Duyung yang sedang bermesraan29 Januari 2010 |
| Dalam perjalanan ke Sorong, kami menemukan 2 ekor duyung muncul di permukaan di sebelah utara teluk Batanta. Ketika kami semakin mendekati mereka kami sadar bahwa mereka sedang melakukan kawin-kawinan. Semoga populasi duyung akan terus bertambah. |
|
| Mola mola di Raja Ampat16 Januari 2010 |
| Di dekat pelabuhan Sorong , seorang nelayan setempat menemukan seekor ikan mola-mola. Anak ikan mola-mola tersebut hanyalah berukuran 70 cm. Spesies langka ini baru pertama kali ditemukan di Raja Ampat. |
|
| Bertemu ikan Paus lagi15 Januari 2010 |
| Dalam perjalanan selam bersama 3 orang tamu kami yang berkebangsaan Rumania ke Pulau Urun, sebuah lokasi selam yang berjarak 15 menit dari resort, kami berkesempatan melihat seekor ikan paus. Ikan paus tersebut menempuh perjalanan dari Timur ke Barat dan naik ke permukaan sebanyak 3 kali. |
|
| Manta lagi5 Januari 2010 |
| Pada Manta Point di sekitar PapuaParadise EcoResort, masih bisa ditemukan lebih dari 50 ekor pari. |
|
| Manta datang lagi!10 Desember 2009 |
| Di sekitar resort dapat ditemukan 2 manta point. Salah satu dari mereka, ada yang berukuran 4-5 meter lebar (termasuk yang hitam juga) bisa ditemukan disana. Pari-pari tersebut mengunjungi lokasi terdekat lainnya terkadang hanya selama beberapa minggu tetapi pada waktu itu - seperti di bulan Desember - dalam jumlah yang besar. Di bulan Januari ini kita bisa snorkel di tengah-tengah hampir 50 ekor pari. Kami berharap tamu-tamu kami bisa mengalami hal yang sama. |
|
| Kunjungan Bupati13 Nopember 2009 |
| Meskipun, kami telah mengatur kunjungan dari pemerintah setempat berbulan-bulan lamanya, sepertinya hal tersebut tidak akan pernah terselenggara pada tahun ini. Namun, suatu ketika, sebuah kapal yang penuh dengan rombongan tiba di resort kami untuk memberitahukan kami bahwa Bupati akan datang berkunjung. Merupakan suatu kejutan dan kami hanya memiliki waktu 2 jam untuk mempersiapkan segala sesuatunya. Orang nomor satu di Raja Ampat, Dr. Marcus Wanma beserta istrinya tiba dengan tiga buah kapal besar. Ada sekitar empat puluh orang yang turut bersamanya (anggota keluarga dan para pegawainya) pada upacara pembukaan. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata juga turut hadir. Pengguntingan pita yang terbuat dari bunga dilakukan oleh istri Bupati dan diikuti dengan kunjungan ke seluruh resort mulai dari bungalow hingga rumah karyawan. Upacara pembukaan kemudian diikuti dengan sajian santap siang bersama. Bupati hanya menghabiskan dua jam di tempat kami tetapi bagi kami hal tersebut sangatlah berarti karena beliau telah membatalkan acara di ibukota hanya demi maksud mengunjungi tempat kami. Seluruh tamu yang hadir sudah tentu merasa puas dengan segala sesuatu yang sudah disiapkan. Dalam beberapa percakapan yang dilakukan bersama Bupati, dia secara berulang kali berkomitmen tentang pentingnya pariwisata dan konservasi alam. |
|
| Pertemuan dengan seekor ghost pipefish06 Nopember 2009 |
| Dalam minggu pertama di bulan November, kami dikunjungi oleh teman-teman kami yang pernah menyelam bersama di beberapa situs selam di dunia. Itulah sebabnya kami benar-benar gembira dengan tur ke Passage, karena grup kami menemukan seekor makhluk yang terlangka di kawasan tersebut, yaitu seekor ghost pipefish (Solenostomus paradoxus). |
|
| Rumah hiu21 Oktober 2009 |
| Kami sedang mencari-cari lokasi selam yang baru ketika kami menemukan sebuah rumah hiu. Hiu jenis black tips tersebut sedang tertidur pulas di atas pasir. |
|
| Penyu yang lagi bermesraan20 Oktober 2009 |
| Dalam perjalanan snorkel kami secara tidak sengaja bertemu dengan sepasang penyu yang sedang kawin. Kami berkesempatan untuk melihat dari dekat bagaimana sepasang penyu tadi melakukan upacara perkawinan dan sempat kami abadikan dengan membuat video singkat. Sebelumnya kami belum pernah berkesempatan melihat momen seperti demikian meskipun kami sudah puluhan tahun menyelam. |
|
| Pygmy seahorse jenis lain3 Oktober 2009 |
| Pada lokasi selam didekat resort, kami telah menemukan pygmy seahorse jenis lain, yaitu jenis Hippocampus pontohi yang berwarna hitam (pada punggungnya terdapat garis kuning dan pada wajahnya terdapat bintik merah). |
|
| Perjalanan bersama pilot whales2 Oktober 2009 |
| Tamu perdana kami cukup beruntung karena telah bertemu dengan pilot whales dalam perjalanan menuju Passage. |
|
| Tamu perdana kami tiba pada 26 September 2009 |
| Tamu resort yang tiba pertama kali bernama Jim berasal dari Amerika Serikat Jim menyelam selama 5 kali sehari di daerah coral reef di sekitar lokasi. |
|
| Duyung lagi!!! 17 September 2009 |
| Pada bagian i rumah tamu kita bisa mengamati duyung sedang sarapan di house reef tepatnya di depan bungalow nomor 10. |
|
| Biawak Salawati22 Agustus 2009 |
| Seekor biawak dengan panjang 2,5 meter mengunjungi dapur darurat kami pada suatu hari. Kami sadar bahwa inilah biawak yang paling besar di bumi, yang dikenal dengan nama biawak Salawati, yang tinggal bersebelahan pulau dengan kami tetapi, kami tidak menyadari bahwa mereka juga tinggal di pulau kami, benar-benar mengherankan! |
|
| Pygmy-seahorses di house reef19 Agustus 2009 |
| Ketika kami sedang menyelam di house reef, kami temukan dua ekor pygmy seahorse, satu berwarna kuning and satunya lagi berwarna putih. Kedua-duanya hanya berjarak satu meter jauhnya dan warnanya sesuai dengan gorgonia dimana mereka tinggal. |
|
| Di daerah konservasi17 Agustus 2009 |
| Kami mendapat ijin untuk menyelam pada daerah konservasi yang berjarak 10 km jauhnya dari Birie. Sebuah tempat yang menakjubkan karena bisa menyelam dengan semua makhluk yang beraneka warna dan dari segala ukuran. Kami menemukan empat jenis penyu yang berbeda dan menemukan nudibranchia jenis baru(siput laut) yang belum pernah kami ketahui sebelumnya. Benar-benar suatu pengalaman yang luar biasa bagi penggemar nudi seperti kami. |
|
| Tawny nurse shark6 Juli 2009 |
| Kami berusaha untuk mengenlai hiu yang difoto dari salah satu teras rumah tamu kami. Hiu tersebut berasal dari jenis Tawny nurse shark (Nebirius ferrugineus). |
|
| Sekelompok penggangu16 Juni 2009 |
| Sewaktu kami sedang membangun jetty di bagian rumah tamu di pulau kami sadar bahwa di bawah air terlihat tiga belas ekor hiu Black- tip shark |
|
| Wilson s Bird of Paradise13 Juni 2009 |
| Perjalanan pertama kami untuk memantau burung telah menuntun kami kepada sebuah burung yang paling terindah di muka bumi ini, saya benar-benar yakin. Kami harus bangun pagi dan sambil memandang matahari terbit dari atas gunung. Kami harus bersembunyi dibalik tempat persembunyian yang terbuat dari daun selama satu jam, tetapi pengalaman yang berharga selalu terkenang seumur hidup. Dua ekor belah rotan jantan dan tiga betina melantunkan nyanyian, berbenah tempat mereka, bergaya dan bermain-main hanya kira-kira berjarak tiga meter dari tempat kami. Mereka bahkan tidak mengenali kami. |
|
| Paman dengan panjang 2 meter21 Mei 2009 |
| Kami sedang mengerjakan atap rumah untuk rumah tamu yang kelima ketika seekor hiu jenis black tip shark memasuki tempat pencarian makan pada house reef. Belum pernah kami melihat hiu jenis black tip shark sebesar ini di perairan dangkal, yang airnya sebatas lutut pada rumah tamu sebelumnya. |
|
| 5 ekor kakatua raja21 Mei 2009 |
| Lima ekor Kakatua Raja (Palm Cockatoo) yang manis sedang menyantap buah di atas pohon dekat dapur kami pagi tadi.Menyenangkan sekali bisa melihat mereka dalam jumlah banyak secara bersamaan. |
|
| Hiu anak di sisi rumah tamu di pulau15 Mei 2009 |
| Hiu jenis black tip shark dengan panjang sekitar 80 cm sedang berburu di rumah tamu keempat pada siang hari. |
|
| Duyung di malam hari5 Mei 2009 |
| Pada larut malam beberapa ekor duyung bermunculan di bagian tempat pelayanan pada house reef . Hari saat itu begitu gelap sehingga kami tidak sempat untuk melihat dari dekat, tapi sempat kami dengar suara mereka tiap kali mereka naik ke permukaan. |
|
| Buah yang matang 4 Mei 2009 |
| Buah kesukaan Kakatua Raja kini sudah mulai musim. Setiap harinya mulai dari matahari terbit sampai masuknya tidak ada sedikit waktu pun yang terlewatkan tanpa mendengar suara mereka yang seakan-akan memecah suasana di sekitar resort. Senang sekali bila tiap paginya terbangun dengan suara mereka. |
|
| Lumba-Lumba di house reef2 Mei 2009 |
| 4 ekor keluarga lumba-lumba pagi tadi telah mampir di rumah tamu yang terlihat begitu bagus dan rapih di Raja Ampat. |
|
| Speed boat telah kami pesan29 April 2009 |
| Setelah melewati 3 hari negosiasi, akhirnya kami berhasil memesan speed boat dari Bali. Dua speedboat kecil dengan ruang yang nyaman dapat menampung hingga 8 orang penyelam. Sementara speed boat besar sanggup menampung hingga 16 orang dan sangat nyaman digunakan untuk perjalanan sehari-hari. |
|
| Duyung terlihat oleh pekerja kami13 April 2009 |
| Salah seorang pekerja kami melaporkan telah melihat beberapa ekor duyung pada hari itu, kali ini terlihat pada sisi rumah tamu pada house reef . Mereka menyebutkan bahwa temuan itu tidaklah mengejutkan karena sudah biasa mereka melihatnya pada saat keluar memancing. |
|
| Bangunan rumah tamu pertama selesai!26 Maret 2009 |
| Pembangunan rumah tamu yang pertama telah selesai siang ini. Kedepannya untuk pembangunan rumah tamu berikutnya akan mudah tinggal hanya meniru maha karya yang sudah ada. |
|
| Manta di house reef25 Maret 2009 |
| Di sore hari tiga ekor pari sedang berpatroli di perairan dekat house reef. Yang besar berukuran 4 meter. Mereka begitu terkejut terhadap kami,sehingga kami hanya sempat melihat mereka dari beberapa meter saja saat snorkel. |
|
| Lagi-lagi Paus!21 Maret 2009 |
| Kira-kira 15 menit dari resort kami, di tempat yang sama dimana dulunya kami pernah melihat paus, kembali kami temukan sepasang paus. Keluarga paus tersebut dengan tenang tidur di atas permukaan air . Sang induk panjangnya kira-kira 15 meter dan tidak heran jika si bayi pun lebih kecil lagi. Karena kami tidak ingin mengganggu ketenangan keluarga mereka, kami pun menjauh. Seperti sudah ada janjian, ketika kami bertemu paus pada kali kedua di tempat yang sama. |
|
| Ikan humphead parrotfish20 Maret 2009 |
| Hari ini tujuh belas ekor ikan humphead parrotfish sedang berenang-renang di daerah karang di depan rumah tamu. Mereka pastinya berukuran 1 meter panjangnya dengan gembira mereka berenang mengelilingi daerah tersebut selama hampir setengah jam. Beberapa diantaranya dengan rasa berani berenang tepat di bawah rumah tamu. Menyenangkan sekali dapat melihat mereka begitu dekat dengan pantai. |
|
| Hiu kecil kembali muncul30 Maret 2009 |
| Hari ini di bawah sebuah jetty kecil pada rumah bagian pelayanan terlihat dua ekor hiu black tip shark dengan gembira sedang mencari makan. |
|
| Pemunculan seekor ikan pari raksasa26 Maret 2009 |
| Jetty rumah tamu tampaknya sudah sangat populer dengan para pengunjungnya. Hari ikan pari dengan panjang 4 meter terlihat sedang patroli pada perairan sekitarnya. |
|
| Lumba-Lumba menjadi tamu perdana kami25 Februari 2009 |
| Pekerjaan pembangunan sedang berjalan dan jetty pada sisi rumah tamu secara praktis telah siap digunakan dan siap untuk diperiksa oleh sekelompok lumba-lumba yang berjumlah 30 ekor. |
|
| Walking shark12 Februari 2009 |
| Sore ini pada bagian pelayanan resort kami ditemukan walking shark. |
|
| Hiu20 Januari 2009 |
| Tiga ekor bayi hiu kembali mengunjungi jetty. |
|
| Bayi hiu18 Januari 2009 |
| Pada bagian pelayanan dari resort kami muncul tiga ekor bayi hiu black tip shark yang sudah sering dilihat kembali lagi bermunculan sepanjang hari. Lagi pula, siang ini seekor bamboo shark yang menakutkan kembali juga terlihat. Sepertinya para sahabat bawah laut kami mulai kembali ke habitat lamanya dikarenakan pekerjaan pembangunan pada bagian pelayanan di pulau sudah akan berakhir. Benar-benar kabar yang menggembirakan! |
|
| Pari dimana-mana18 Januari 2009 |
| Seorang rekan papua kami menceritakan kami bahwa disini ada tempat makan untuk ikan pari. Kami tidak tahu-menahu tentang tempat ini sebelumnya jadi inilah saat untuk eksplorasi! Benar-benar pengalaman yang menakjubkan. Dulunya kami pernah menyelam bersama pari di Maladewa, kami sudah melihat hiu pemangsa raksasa di Mosambik, dan tentunya kami telah mengalami banyak pertemuan dengan pari hitam di Raja Ampat. Walaupun begitu pengalaman ini telah melebihi seluruh harapan dan pengalaman masa lalu. Sangat menyenangkan sekali bisa bertemu dengan 30 bahkan 50 ekor ikan pari yang sedang makan pada permukaan di tempat yang ukurannya seukuran lapangan bola kaki. Kami tidak bisa membayangkan berapa banyak lagi yang ada di bawah dikarenakan saat itu kami hanya melakukan snorkel. |
|
| Paus sedang tidur17 Januari 2009 |
| Pada subuh harinya kami berlayar menuju pulau seberang untuk mencari Wilson bird of paradise. Sewaktu kembali kami berpapasan dengan seekor paus dengan panjang 16-17 meter, yang sedang tidur dengan tenang di permukaan laut. Awalnya kami ingin secara diam-diam untuk mendekati sang raksasa tersebut namun sayangnya paus itu langsung pergi. Jelasnya bahwa dia tidak ingin diganggu. Walau demikian dia kemudian muncul berjarak 300 meter jauhnya dari kami dan terus melanjutkan tidurnya. Kali ini kami lebih hati-hati dan berhenti sekitar 5-6 meter jauh dari paus tersebut. Sebagian dari tim kami berhasil merekam gambar raksasa yang sedang tidur tersebut dari kapal, yang lainnya mengambil gambar tepat di bawah air. |
|
| Wobbegong9 Januari 2009 |
| Beberapa teman kerja kami melihat dua ekor wobbegong tepat di sekitar jetty rumah tamu di pulau. |
|
| Pembangunan terus berlanjut6 Januari 2009 |
| Selama pengerjaan penancapan tiang pendukung utama pada jetty dilakukan kami melihat dua ekor wobbegong sedang berenang-renang disekitarnya dan seekor pari terlihat melompat ke luar air. Kelihatannya kehidupan bawah laut sedang mengawasi proyek kami. |
|
| Proyek pembangunan tahap ke dua6 Januari 2009 |
| Pengerjaan proyek pembangunan tahap ke dua dimulai pada tanggal 6 januari 2009. Pada tahapan ini kami sedang menyelesaikan pekerjaan pembangunan pada sisi rumah tamu dari resort, penyelesaian seluruh rumah tamu dan bangunan pelayanan di pulau. Kami memperkirakan waktu penyelesaian tahap ini akan terselesaikan pada akhir bulan Mei, atau awal Juni 2009. |
|